Ariana Grande kembali melontarkan kritik terhadap Presiden Donald Trump.
Kali ini, tim kampanye Trump menggunakan lagu 'We Can't Be Friends (Wait For Your Love)' sebagai latar video di TikTok.
>>> Plot Twist Reacher 4: Agnez Mo dan Anggun Ternyata Bukan Ibu-Anak Biasa
Video yang diunggah pada Kamis (20/8) itu menampilkan Trump berjalan menuju podium. Ada keterangan yang menyebut 'ini seharusnya tidak kontroversial' dengan tagar #trump #arianagrande #maga.
Dalam video juga terdapat tulisan: 'Aku dan kebenaranku duduk dalam diam... Pria tidak bisa melahirkan dan seharusnya tidak pernah berkompetisi dalam olahraga perempuan.'
Grande merespons melalui kolom komentar dengan menulis, 'Jangan pernah gunakan musikku lagi. Lagipula, kebenaranmu itu keliru.'
Namun, komentar tersebut tidak terlihat di kolom komentar.
Pada Jumat (21/8) siang WIB, video tersebut tidak lagi menampilkan suara. Muncul keterangan bahwa pemilik hak cipta tidak mengizinkan audio tersebut digunakan di negara tertentu.
Reaksi Kedua Kalinya dalam Dua Bulan
Variety melaporkan bahwa ini merupakan kedua kalinya dalam dua bulan Ariana Grande bereaksi keras terhadap pemerintah Trump.
>>> Film Ramayana Tayang di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal Rilisnya
Sebelumnya, pada Juni 2026, Gedung Putih menggunakan lagu 'Bye' dalam unggahan TikTok yang menampilkan agen ICE menangkap orang.
Saat itu, Grande menulis, 'Tolong jangan pernah gunakan musikku untuk hal-hal yang berkaitan dengan tindakan barbar, tidak manusiawi, dan keji ini.
Persetan dengan ICE.'
Ariana Grande termasuk dalam daftar panjang musisi yang menolak penggunaan lagu mereka oleh Gedung Putih atau Trump.
Taylor Swift dan Bad Bunny juga baru-baru ini meminta lagu mereka dihapus dari unggahan resmi.
Noah Kahan mengambil sikap tegas pada akhir Juli setelah Gedung Putih menggunakan lagunya 'American Cars' di Instagram.
>>> Aset Kakek Buyut Ha Young Terancam Disita Pemerintah Korsel
Ia menulis, 'Saya tidak akan pernah menyetujui penggunaan musik saya untuk mendukung Anda ataupun pemerintahan ini.'
