unique visitors counter
⌂ Beranda News Iran: Negara yang Ikut Sanksi AS Dianggap Musuh
News

Iran: Negara yang Ikut Sanksi AS Dianggap Musuh

Iran: Negara yang Ikut Sanksi AS Dianggap Musuh
Iran: Negara yang Ikut Sanksi AS Dianggap Musuh
A A Ukuran Teks16px

Teheran, 23 Agustus 2026 – Iran memperingatkan negara-negara yang ikut serta dalam 'perang ekonomi' Amerika Serikat terhadap republik Islam itu akan dianggap sebagai musuh.

Peringatan ini disampaikan pada Sabtu (22/8) oleh Mohsen Rezai, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam siaran televisi pemerintah.

>>> Demo 27 Agustus 2026: Isu Viral di Medsos, Fakta yang Perlu Diketahui

Rezai menegaskan, 'Kami menyatakan kepada semua negara: jangan ikut serta dalam perang ekonomi yang dilancarkan Amerika Serikat.'

Ia menambahkan, 'Setiap negara yang berpartisipasi dalam pengenaan pembatasan ekonomi terhadap kami dianggap sebagai musuh.'

Jika negara-negara tersebut tidak 'menjauhkan diri' dari AS, Iran akan 'merugikan' kepentingan mereka.

Rezai juga menegaskan bahwa Iran memiliki lebih banyak kartu untuk dimainkan dalam perang ini.

>>> Sekda Karawang: Transformasi Digital Bukan Soal Banyak Aplikasi

Ia mengklaim, 'Sejauh ini kami belum menyerang kepentingan ekonomi Amerika. Kami hanya menargetkan pangkalan militer.'

Ancaman itu disampaikan di tengah kampanye Presiden AS Donald Trump yang bertujuan mengisolasi ekonomi Iran, yang telah berlangsung hampir enam bulan.

Washington telah mendesak sekutunya untuk bergabung dalam kampanye tersebut, termasuk Beijing, salah satu mitra strategis utama Iran.

Namun, China mengkritik inisiatif itu dengan alasan sanksi AS tidak akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

>>> Hakim Federal Batalkan Larangan Visa Era Trump yang Berlaku untuk 75 Negara

Salah satu mitra dagang utama Iran, Uni Emirat Arab, pada Selasa (18/8) mengumumkan penangguhan semua transaksi perdagangan dan keuangan dengan Teheran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

📰 Update Terbaru