Peluncuran iPhone Duo oleh Apple ternyata tidak menggerus penjualan Samsung Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan.
Justru sebaliknya, transaksi ponsel lipat Samsung itu melonjak 10 persen setelah kehadiran perangkat lipat perdana Apple tersebut.
Laporan media lokal The Chosun mengonfirmasi lonjakan signifikan tersebut.
Banyak calon pembeli sebelumnya menunda transaksi untuk melihat inovasi Apple, lalu memantapkan pilihan pada Samsung.
Faktor Harga dan Bobot Jadi Penentu
Analis industri menilai konsumen menemukan sejumlah kelemahan kompetitif pada iPhone Duo.
Tiga faktor utama mengarahkan pembeli kembali ke Samsung, yakni harga jual, dimensi fisik, dan ketersediaan unit.
Dari sisi harga, iPhone Duo varian 256GB dibanderol 3,29 juta won di pasar Korea Selatan.
Sementara Galaxy Z Fold 8 dengan kapasitas setara dijual 2,28 juta won.
Selisih itu membuat ponsel lipat Apple 44 persen lebih mahal daripada gawai Samsung.
Varian tertinggi iPhone Duo berkapasitas 2TB bahkan dipatok 5,09 juta won.
Selisih harga ekstrem tersebut membuat banyak pengguna berpikir realistis saat mengalokasikan anggaran.
Selain biaya, kenyamanan ergonomi harian turut memengaruhi preferensi konsumen.
Kendati sama-sama mengusung konsep lipat ala paspor, rancang bangun keduanya menunjukkan perbedaan kontras.
iPhone Duo memiliki bobot 254 gram, atau 53 gram lebih berat daripada produk Samsung.
Saat terlipat, ketebalan perangkat Apple mencapai 11,3 mm, atau 0,7 mm lebih tebal dibandingkan bodi ramping kompetitornya.
Kombinasi harga lebih tinggi dan bobot ekstra itu menjadi pertimbangan tersendiri bagi konsumen di Korea Selatan.
