unique visitors counter
⌂ Beranda › IPTEK › Samsung Alihkan Fokus ke HBM, Produksi DRAM Diserahkan ke Pihak Ketiga
IPTEK

Samsung Alihkan Fokus ke HBM, Produksi DRAM Diserahkan ke Pihak Ketiga

Ilustrasi chip memori Samsung untuk produksi HBM dan DRAM
Samsung Alihkan Fokus ke HBM, Produksi DRAM Diserahkan ke Pihak Ketiga
A A Ukuran Teks16px

Samsung dikabarkan tengah mengalihkan produksi DRAM ke pihak ketiga. Langkah ini diambil untuk membebaskan kapasitas internal yang akan difokuskan pada produksi HBM.

HBM menjadi salah satu lini bisnis Samsung yang kinerjanya paling moncer belakangan ini. Permintaan chip memori tersebut melonjak seiring meningkatnya kebutuhan perangkat keras untuk mendukung perlombaan AI.

Menurut sumber internal, Samsung sudah menjalin pembicaraan dengan sejumlah mitra. Mereka diminta menyelesaikan lini produksi DDR5 lebih cepat dari jadwal.

Samsung juga berencana menanamkan investasi pada lini produksi hasil outsourcing yang baru. Tujuannya agar kapasitas internal perusahaan bisa dialihkan ke produksi HBM yang bernilai lebih tinggi.

Mitra yang Digandeng dan Dampak ke Pasar DDR5

Sejauh ini Samsung dikabarkan telah berbicara dengan Dreamtech yang berbasis di India. Selain itu, ada Hanyang Digitech di Vietnam dan SFA Semicon di Filipina.

Transisi ini memunculkan pertanyaan soal dampaknya terhadap pasar memori DDR5.

Pasokan DDR5 saat ini sudah mengetat dan menyulitkan siapa pun yang ingin merakit PC, server, atau membeli laptop.

Belum ada keterangan resmi dari Samsung mengenai rencana ini. Informasi yang beredar masih bersumber dari pihak internal yang tidak disebutkan identitasnya.

Pergeseran Fokus dan Tekanan pada Rantai Pasok

Perlombaan AI yang makin panas membuat permintaan chip memori pendukungnya ikut melonjak. Kondisi itu membuat produsen HBM seperti Samsung meraup keuntungan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Karena itu, keputusan menggeser fokus ke produksi HBM dinilai sejalan dengan posisi bisnis perusahaan saat ini. HBM disebut sebagai lini bisnis Samsung yang tampil paling kuat belakangan ini.

Langkah Samsung mendorong mitra menuntaskan lini produksi DDR5 lebih awal bukan tanpa konsekuensi.

Pasar DDR5 memang sedang tertekan, dan situasinya merepotkan bagi siapa pun yang hendak membangun PC baru, server, atau sekadar membeli laptop.

Pertanyaannya, apakah masa transisi ini akan membuat pasar memori DDR5 makin terhimpit. Pasokan yang sudah ketat berpotensi menghadapi tekanan tambahan saat kapasitas internal Samsung dialihkan.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Samsung soal rencana tersebut. Informasi yang beredar masih berasal dari sumber internal yang identitasnya tidak diungkap.

Yang jelas, arah kebijakan Samsung kini condong ke produksi HBM yang bernilai lebih tinggi. Sementara produksi DRAM, termasuk lini DDR5, diserahkan ke pihak ketiga melalui skema outsourcing.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru