Peluncuran iPhone Duo, perangkat lipat perdana Apple, diwarnai laporan kendala engsel retak dan cacat piksel pada layar utama.
Isu yang dijuluki crackgate ini langsung dimanfaatkan Samsung untuk menyindir pesaing utamanya melalui konten kreatif di media sosial.
Langkah tersebut menambah panjang riwayat persaingan sindiran antara Samsung dan Apple.
Sebelumnya, pabrikan asal Korea Selatan itu kerap meluncurkan kampanye yang mengejek keputusan desain Apple.
Kini, momen kegagalan peluncuran perangkat layar lipat premium seharga Rp35,4 jutaan ($2,000) tersebut menjadi bahan kampanye di platform seperti Instagram dan X.
Sorotan pada Engsel dan Kerusakan Layar
Laporan mengenai masalah teknis pada iPhone Duo mulai ramai diperbincangkan di forum Reddit dan platform jejaring sosial.
Pengguna mengeluhkan rentannya sasis perangkat terhadap serpihan debu.
Kerusakan fisik pada mekanisme engsel berujung pada munculnya garis hitam vertikal atau mati piksel tepat di lipatan tengah layar.
Apple memberikan tanggapan resmi bahwa insiden ini hanya berdampak pada sebagian kecil unit produksi awal.
Namun, sentimen publik sudah terlanjur terbentuk di jagat maya dan berbagai meme sindiran bermunculan cepat.
Pesaing di industri smartphone lipat seperti Samsung dan Honor tidak melewatkan kesempatan ini untuk memperkuat posisi produk mereka yang sudah melintasi beberapa generasi pengembangan.
Kampanye sindiran dibuka oleh Samsung Canada melalui unggahan resmi di Instagram.
Mereka membagikan gambar latar belakang ponsel yang menampilkan efek piksel rusak tepat di bagian tengah.
Gambar tersebut disertai pesan yang mengingatkan konsumen bahwa Samsung telah memproduksi smartphone lipat secara konsisten selama bertahun-tahun.
Tidak lama berselang, Samsung Malaysia menyusul dengan merilis konten video sindiran yang memperlihatkan perangkat Galaxy Z Fold 8.
Dalam video tersebut, layar perangkat tampak mengalami retak mendadak setelah dilipat sebanyak enam kali.
Hal ini merujuk langsung pada laporan pengguna Reddit yang mengklaim layarnya rusak dalam hitungan hari pemakaian.
Kerusakan dalam video tersebut rupanya sekadar gambar latar buatan untuk menegaskan keandalan engsel ponsel mereka.
