Film Hope yang ditulis dan diarahkan Na Hong-jin menyimpan satu adegan tambahan setelah kredit pertama.
Adegan itu memperlihatkan Sung-ki yang ternyata masih hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Penonton tidak perlu menunggu seluruh kredit selesai untuk menyaksikannya.
Isi Post-Credits Scene Hope
Cuplikan dibuka dengan latar jalanan kosong yang dihiasi kredit para pemeran utama.
Terdengar derap langkah kaki disertai hembusan napas berat sebelum Sung-ki kembali muncul ke tengah jalan.
Ia kehilangan sebelah sepatu dan memakai senapan berlaras bengkok sebagai tongkat untuk menopang jalannya yang pincang.
Layar kemudian ditutup dengan tulisan HOPE berukuran besar, serupa title card di awal film.
Adegan itu sengaja dibiarkan tanpa penjelasan soal bagaimana Sung-ki bisa selamat.
Karakter lain dalam film pun tidak mengetahui keberadaannya.
Konflik Utama Belum Tuntas
Secara keseluruhan, Hope menyisakan konflik utama yang belum sepenuhnya terurai.
Kepanikan warga desa diketahui karena seorang penduduk menembak anak alien di dalam hutan dan menyembunyikan jasadnya.
Situasi itu memicu pencarian masif oleh kaum alien yang kedatangannya ke desa pesisir juga belum dijelaskan.
Begitu pula dengan kapal perang alien berukuran besar yang memasuki atmosfer, menabrak gunung di kejauhan, lalu meledak.
Ma'veyyo yang selamat dari serangan granat menemukan J'aur, dan mereka menyaksikan kapal milik kaisar mereka terbakar.
Ma'veyyo menyebut waktu yang tersisa bagi Crown Prince Kali tinggal sedikit.
Ia mengeluarkan jantungnya sendiri dengan tangan kosong dan menyatakan akan memakainya untuk menghidupkan anak itu jika menemukannya.
Semua itu baru dipahami karena dialog berbahasa asing para alien untuk pertama kalinya diberi teks terjemahan pada menit-menit akhir film.
Baris dialog terakhirnya berbunyi, "ubah takdir."
Sudut Pandang Kosmik dan Naskah Sekuel
Dalam wawancara dengan Gizmodo, Na Hong-jin mengonfirmasi pendekatan naratif tersebut.
Ia menjelaskan film ini sengaja dituturkan dari sudut pandang kosmik yang lebih berpihak pada kaum alien ketimbang manusia.
Tujuannya menguliti sisi primitif serta ketidakberadaban manusia.
Setelah premiere di Cannes, Na Hong-jin mengaku sudah memiliki naskah untuk sekuel Hope.
Namun, proses produksinya diserahkan pada sambutan penonton terhadap film pertama.
"Naskahnya pun sudah selesai dikerjakan dan ingin segera saya garap. Jadi jika ada kesempatan, tentu saya akan membuat sekuelnya," ujarnya.
Hope tayang sejak 9 September di bioskop Indonesia.
