unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Pelatih Vokal EXO dan aespa Beralih Produksi Idol Virtual di Jepang
Hiburan

Pelatih Vokal EXO dan aespa Beralih Produksi Idol Virtual di Jepang

Ilustrasi grup idol virtual Korea untuk pasar Jepang
Pelatih Vokal EXO dan aespa Beralih Produksi Idol Virtual di Jepang
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Jang Jin-young dan Kim Seong-pil dikenal sebagai pelatih vokal di balik banyak bintang K-pop, termasuk EXO, Red Velvet, SHINee, NCT, aespa, dan RIIZE.

Kini keduanya beralih peran menjadi produser dengan proyek pertama yang tak terduga: grup idol virtual beranggotakan lima orang untuk pasar Jepang.

Langkah ini menandai babak baru bagi dua nama yang telah lebih dari dua dekade membentuk suara para penyanyi Korea.

Dari Pelatih Vokal ke Produser Idol Virtual

Jang dan Kim mendirikan A-TOP Company pada 2013 dan telah bekerja dengan agensi hiburan di Korea maupun luar negeri.

Mereka kemudian membentuk A-TOP Universe untuk mengembangkan dan memproduksi artis mereka sendiri.

Proyek perdana mereka adalah aktor virtual "2.5D" yang menggabungkan subkultur Jepang dengan sistem produksi K-pop.

Ambisi perusahaan melampaui sekadar meniru model idol virtual yang sudah dikenal di Korea.

Proyek ini menarik dari budaya "utaite" Jepang, yaitu penyanyi yang mengunggah cover secara online dengan estetika anime.

Budaya itu dipadukan dengan pelatihan terstruktur dan pertunjukan K-pop yang polished.

Seorang seniman anime Jepang ternama membantu menciptakan karakter, dengan pertunjukan direncanakan di Tokyo dan Osaka pada November.

Tujuannya membangun aksi yang daya tariknya melampaui layar, memberi penggemar kesempatan mendengar suara para performer dan merasakan keterampilan mereka secara langsung.

Mengapa Jepang Menjadi Pasar Pertama

Jang menjelaskan bahwa Kim Do-heon yang pertama kali mengusulkan proyek ini saat membahas pasar utaite Jepang.

Selama bertahun-tahun menjalankan perusahaan pelatihan vokal, mereka bertemu banyak siswa berbakat yang belum sepenuhnya mewujudkan potensi karena berbagai alasan praktis.

Pasar utaite awalnya asing bagi mereka, tetapi mereka tertarik karena sedikit artis Korea yang menyentuh pasar itu.

📰 Update Terbaru