Bursa saham Amerika Serikat berbalik menguat pada Jumat dan berupaya memangkas sebagian besar kerugian sepanjang pekan.
Penguatan terjadi setelah harga minyak turun dari lonjakan terbarunya dan data inflasi AS mendekati perkiraan ekonom.
Indeks S&P 500 naik 1 persen dan berpotensi mengakhiri rentetan penurunan empat hari berturut-turut, yang terpanjang sejak Juni.
Dow Jones Industrial Average menguat 479 poin atau 0,9 persen pada pukul 10.30 waktu Timur, sementara Nasdaq composite naik 1,2 persen.
Harga Minyak Turun, Tekanan Inflasi Berkurang
Pasar mendapat dukungan dari penurunan harga minyak yang sebelumnya melonjak ke level tertinggi sejak Mei akibat perang yang masih berlangsung dengan Iran.
Harga satu barel Brent crude, standar internasional, turun 2,5 persen menjadi 104,93 dolar AS setelah sempat mendekati 110 dolar AS pada perdagangan overnight.
Penurunan itu sedikit mengurangi tekanan inflasi yang masih bertahan tinggi.
Laporan pada Jumat menunjukkan konsumen AS harus membayar harga bensin, pangan, dan biaya hidup lain yang 3,4 persen lebih tinggi pada bulan lalu dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski masih tinggi, angka itu mendekati perkiraan ekonom dan apa yang telah diantisipasi Wall Street.
Data tersebut juga memperkuat ekspektasi pedagang bahwa Federal Reserve akan terdorong menaikkan suku bunga utama pada pertemuan pekan depan.
Langkah itu merupakan cara khas Fed menahan inflasi tinggi, yang bekerja melalui pasar obligasi, membuat biaya pinjaman lebih mahal, memperlambat ekonomi, dan diharapkan menghilangkan pemicu inflasi lanjutan.
Meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil Treasury dua tahun, yang bergerak seiring perkiraan kebijakan Fed, menjadi 4,60 persen dari 4,56 persen pada Kamis malam.
