unique visitors counter
⌂ Beranda News Harga Minyak Tembus US$100, Wall Street Melemah
News

Harga Minyak Tembus US$100, Wall Street Melemah

Layar bursa saham menunjukkan penurunan indeks
Harga Minyak Tembus US$100, Wall Street Melemah
A A Ukuran Teks16px

Saham-saham di Wall Street melemah pada Rabu (10/9) karena harga minyak mentah melonjak di atas US$100 per barel di tengah eskalasi konflik AS-Iran.

Indeks S&P 500 turun 0,3 persen, Dow Jones Industrial Average melemah 407 poin atau 0,8 persen, dan Nasdaq komposit turun 0,4 persen pada pukul 09.52 waktu setempat.

Penurunan terjadi luas, dengan saham-saham ritel memimpin pelemahan. Amazon turun 1,9 persen dan Starbucks melemah 1,5 persen.

Hampir semua sektor dalam S&P 500 kehilangan posisi, tetapi perusahaan minyak justru menguat. Exxon Mobil naik 2,5 persen dan Chevron menguat 2,3 persen.

Harga Minyak Tembus US$100

Kenaikan harga minyak menjadi pendorong utama aksi jual di bursa saham. AS menghancurkan lima kapal tanker Iran pada Selasa (9/9) dalam serangkaian serangan antara kedua negara.

Konflik yang dimulai sejak Februari itu telah menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital yang sebelumnya dilalui seperlima pasokan minyak dunia.

Harga minyak mentah Brent, standar internasional, naik 2,8 persen menjadi US$100,62 per barel. Ini pertama kalinya harga minyak menembus US$100 sejak Juli.

Lonjakan harga minyak selama perang telah memperburuk inflasi yang sudah tinggi. Harga bensin di AS naik sekitar 32 persen dari tahun lalu menjadi US$4,22 per galon.

Kenaikan harga bahan bakar memangkas anggaran rumah tangga secara langsung, tetapi juga menaikkan harga barang karena biaya pengiriman yang lebih tinggi.

Harga diesel, yang berdampak besar pada konsumen karena digunakan dalam pengiriman dan produksi, mencapai rekor tertinggi pada Jumat lalu dan terus naik.

Rata-rata harga per galon mencapai US$5,94 dan kini 9 sen lebih tinggi dari Jumat.

Inflasi sebenarnya sudah tinggi sebelum AS memulai perang melawan Iran akibat perang dagang yang sedang berlangsung dengan banyak negara.

Perang dagang itu juga semakin memanas, terutama antara AS dan Kanada.

Di tempat lain, saham Meta Platforms naik 5,6 persen setelah perusahaan induk Instagram dan Facebook itu meluncurkan asisten kecerdasan buatan pribadi, Muse, untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas.

Pasar Eropa melemah, sementara pasar Asia ditutup bervariasi.

📰 Update Terbaru