unique visitors counter
⌂ Beranda News Harga Minyak Naik Lagi, Wall Street Tertekan di Awal Pekan
News

Harga Minyak Naik Lagi, Wall Street Tertekan di Awal Pekan

Grafik harga minyak dan bursa saham
Harga Minyak Naik Lagi, Wall Street Tertekan di Awal Pekan
A A Ukuran Teks16px

Bursa saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Selasa (9/9/2026) setelah libur akhir pekan panjang. Tekanan datang dari kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Indeks S&P 500 turun 0,4 persen, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 575 poin atau 1,1 persen pada tengah hari waktu setempat.

Nasdaq komposit juga terkoreksi 0,1 persen.

Di pasar minyak, harga minyak mentah Brent naik 0,6 persen menjadi 97,54 dolar AS per barel.

Sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi 99,46 dolar AS.

Sejak awal Juli, harga minyak telah melonjak dari sekitar 72 dolar AS per barel. Peningkatan pertempuran di Timur Tengah membuat pasokan minyak global terganggu.

Kenaikan harga minyak memperburuk kekhawatiran inflasi yang sudah membebani masyarakat dan perusahaan. Hal ini memberi perhatian lebih pada rilis data ekonomi pekan ini.

Data Inflasi Menjadi Sorotan

Pada Kamis, pemerintah AS akan merilis laporan inflasi tingkat grosir untuk Agustus. Ekonom memperkirakan inflasi naik menjadi 5,4 persen dari 4,7 persen pada Juli.

Laporan inflasi konsumen yang lebih dinanti akan keluar pada Jumat. Ekonom memperkirakan inflasi sedikit melandai ke 3,3 persen dari 3,4 persen pada Juli.

Meski melandai, inflasi masih jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2 persen. Data ini menjadi bahan pertimbangan The Fed dalam pertemuan pekan depan.

The Fed akan memutuskan apakah memangkas, menaikkan, atau menahan suku bunga acuan. Langkah tradisional saat inflasi tinggi adalah menaikkan suku bunga.

Presiden Donald Trump justru mendorong suku bunga lebih rendah untuk memberi stimulus ekonomi. Namun, Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, ingin mengurangi sinyal ke pasar.

📰 Update Terbaru