unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Venice Film Festival 2026 Soroti Konflik Gaza Lewat Film Dokumenter
Hiburan

Venice Film Festival 2026 Soroti Konflik Gaza Lewat Film Dokumenter

Suasana Venice Film Festival 2026
Venice Film Festival 2026 Soroti Konflik Gaza Lewat Film Dokumenter
A A Ukuran Teks16px

Venice Film Festival 2026 menjadi panggung lantang untuk menyuarakan isu kemanusiaan, termasuk konflik Gaza. Salah satunya lewat film dokumenter Palestina berjudul Citizen Osama garapan sutradara Ahmed Hassouna.

Film ini resmi dipilih mewakili Palestina untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards 2027. Adegan pembukanya menampilkan potret hancurnya sebuah apartemen akibat serangan udara.

Di tengah reruntuhan Kota Gaza, seorang juru kamera berlari merekam penderitaan warga. Ini menggambarkan beban berat yang dipikul awak media di lokasi konflik.

Ahmed Hassouna menegaskan bahwa jurnalis di lapangan bukanlah kamera tanpa jiwa.

Mereka adalah manusia biasa yang ikut berjuang mencari air bersih, makanan, hingga susu untuk bayi mereka di tengah situasi apokaliptik.

Melalui karyanya, ia ingin memperlihatkan bahwa sosok yang merekam tragedi kemanusiaan sejatinya juga mengalami penderitaan yang sama di balik lensa.

Sorotan Global pada Keselamatan Jurnalis

Isu keselamatan jurnalis di Gaza terus menjadi sorotan global.

Lebih dari 200 pekerja media tewas sejak Oktober 2023, termasuk jurnalis Al Jazeera Ismail al-Ghoul pada Juli 2024 dan jurnalis foto Fatima Hassouna pada 2025.

Pada saat yang sama, otoritas Israel masih melarang masuknya jurnalis asing ke Gaza, kecuali dalam tur ketat yang dikawal militer.

Sorotan terhadap konflik Gaza di Venesia makin kuat dengan rencana pemutaran dokumenter NAZA karya sineas Yuval Abraham dan Rachel Szor.

Film ini menyoroti jatuhnya korban sipil akibat gempuran militer.

Selain isu Palestina, festival ini juga menampilkan narasi sejarah jurnalistik perang lewat La Ragazza con la Leica garapan Alina Marazzi.

Film tersebut mengisahkan perjalanan Gerda Taro, fotografer perang perempuan pertama yang gugur saat meliput Perang Saudara Spanyol bersama Robert Capa.

Marazzi menyoroti pentingnya peran jurnalistik foto masa lalu dalam menyampaikan kebenaran.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebebasan serta transparansi pers di tengah gempuran era kecerdasan buatan (AI) dan gawai modern.

Dilema etika pers dan penyiaran juga tercermin dalam beberapa judul lain.

Sutradara Julia Loktev menghadirkan My Undesirable Friends: Part II - Exile yang merekam kepedihan jurnalis independen Rusia yang terpaksa mengasingkan diri usai invasi ke Ukraina.

Sementara itu, Danny Boyle menyuguhkan Ink yang membedah sensasionalisme media lewat sejarah kebangkitan tabloid The Sun milik Rupert Murdoch.

Film terbaru Robert Pattinson, Primetime, karya Lance Oppenheim juga turut meramaikan. Film ini menelusuri batas etika moral seorang pembawa acara televisi dalam mengungkap kasus kejahatan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru