unique visitors counter
⌂ Beranda News Harga Minyak Naik Lagi, Wall Street Tertekan di Awal Pekan
News

Harga Minyak Naik Lagi, Wall Street Tertekan di Awal Pekan

Grafik harga minyak dan bursa saham
Harga Minyak Naik Lagi, Wall Street Tertekan di Awal Pekan
A A Ukuran Teks16px

Trader memperkirakan probabilitas 60 persen The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan 16 September, berdasarkan data CME Group.

Pergerakan Sektor dan Saham

Imbal hasil Treasury 10 tahun naik tipis ke 4,79 persen dari 4,78 persen, mendekati level tertinggi sejak musim gugur 2023.

Hal ini menekan valuasi saham.

Saham Boston Scientific turun 4,8 persen setelah mengumumkan gangguan jaringan akibat insiden keamanan siber. Perusahaan memperkirakan tidak mencapai target penjualan dan laba kuartal ketiga serta tahun 2026.

Saham Novartis yang diperdagangkan di AS ambles 13,9 persen. Perusahaan farmasi Swiss itu memberikan kabar buruk tentang uji coba terapi untuk distrofi miotonik tipe 1.

Saham Qualcomm justru naik 3,8 persen dan membantu membatasi penurunan pasar. Perusahaan mengumumkan kerja sama dengan Amazon untuk pusat data AI berskala besar.

Kesepakatan itu juga memberi Amazon hak untuk membeli hingga 25 juta saham Qualcomm dengan harga 161,26 dolar AS per saham.

Di bursa Asia, Nikkei 225 Jepang anjlok 1,7 persen karena penguatan yen merugikan eksportir besar.

Sementara itu, indeks Hong Kong turun 0,4 persen dan Shanghai naik 0,2 persen.

Ekspor China melonjak 25 persen tahun-ke-tahun pada Agustus, didorong permintaan kuat untuk mobil dan barang berteknologi tinggi.

📰 Update Terbaru