unique visitors counter
⌂ Beranda News Lee dan Macron Sepakat Pulihkan Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
News

Lee dan Macron Sepakat Pulihkan Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam konferensi pers bersama di Paris
Lee dan Macron Sepakat Pulihkan Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sepakat bekerja sama memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan puncak di Elysee Palace, Paris, Selasa (9/9/2026).

Macron menggambarkan misi multinasional yang direncanakan sebagai 'damai'.

Seoul masih mempertimbangkan perannya di jalur air strategis tersebut.

Kedua pemimpin membahas kerja sama isu Timur Tengah, di tengah meningkatnya perhatian publik Korea Selatan terhadap respons pemerintah atas desakan AS.

Macron mengatakan Korea Selatan dan Prancis sebelumnya telah membahas langkah yang bisa dilakukan, termasuk dengan Inggris, untuk membantu membuka kembali jalur air tersebut.

Ia menegaskan kedua negara akan bekerja sama memulihkan perdamaian di kawasan setelah ada kesepakatan di antara negara-negara yang terlibat dalam misi multinasional.

Pembicaraan ini berlangsung saat Seoul mempertimbangkan respons terhadap permintaan Washington agar Korea Selatan berkontribusi dalam upaya mengamankan jalur pelayaran penting itu.

Pemerintah Korea Selatan mengatakan sedang mengkaji berbagai opsi, termasuk langkah militer, tetapi belum ada keputusan penempatan pasukan.

Iran telah memperingatkan bahwa keterlibatan militer Korea Selatan di Selat Hormuz akan dianggap sebagai dukungan terhadap aksi militer AS dan membawa konsekuensi serius.

Kedua pemimpin juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan dan kebebasan navigasi sebagai kepentingan bersama. Macron menyebut misi tersebut sebagai langkah damai yang memerlukan persetujuan semua pihak yang terlibat.

Sementara itu, pemerintah Korea Selatan terus mengkaji berbagai opsi, termasuk langkah militer, namun belum ada keputusan final mengenai penempatan pasukan.

📰 Update Terbaru