Persaingan chipset flagship semakin memanas. Xiaomi memperkenalkan Xring O3, chipset andalan yang dikembangkan secara mandiri.
Chip ini diklaim membawa peningkatan besar pada CPU, GPU, dan pemrosesan AI dibandingkan generasi sebelumnya.
Xring O3 menjadi chipset kedua buatan Xiaomi setelah Xring O1. Meski baru, Xiaomi langsung membidik posisi puncak kelas flagship.
Berdasarkan pengujian internal, Xring O3 mampu menghasilkan skor benchmark yang sangat tinggi. Angkanya disebut mengalahkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm dan Apple A19 Pro.
Perbandingan Spesifikasi Xring O3 dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Kedua chipset sama-sama diproduksi dengan teknologi 3nm dari TSMC. Ini menandakan keduanya berada di kelas teknologi paling modern.
Namun, Xring O3 memiliki ukuran die lebih besar, sekitar 133 mm persegi dengan 24 miliar transistor. Snapdragon 8 Elite Gen 5 memiliki die sekitar 126,2 mm persegi.
Di sektor CPU, Xring O3 menggunakan konfigurasi inti C1 terbaru dari ARM.
Terdapat dua inti C1-Ultra hingga 4,35 GHz, empat inti C1-Premium hingga 3,68 GHz, dan empat inti C1-Pro hingga 3,15 GHz.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 mengandalkan arsitektur Oryon generasi ketiga.
Konfigurasinya terdiri dari dua inti performa tinggi hingga 4,61 GHz dan enam inti performance hingga 3,63 GHz.
Meski Snapdragon memiliki clock puncak lebih tinggi, Xring O3 menawarkan konfigurasi inti lebih banyak dan beragam. Performa akhirnya bergantung pada optimasi Xiaomi di perangkat nyata.
GPU menjadi salah satu kekuatan utama Xring O3, meski detail spesifik belum diungkap. Pengujian internal menunjukkan keunggulan yang signifikan.
