Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengumumkan penandatanganan sejumlah perjanjian dengan Prancis untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang pertahanan dan industri.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Elysee Palace, Paris, Selasa (9/9/2026).
Kunjungan dua hari Lee ke Paris ini merupakan bagian dari peringatan 140 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Keduanya sepakat untuk merespons ketidakpastian tatanan internasional melalui kemajuan nyata dalam kerja sama pertahanan dan keamanan.
Salah satu kesepakatan yang ditandatangani adalah peningkatan perjanjian perlindungan informasi militer yang dicapai pada KTT Lee-Macron sebelumnya di Seoul, April lalu.
Peningkatan ini bertujuan mempertegas kerangka berbagi informasi antara kedua negara.
Selain itu, kedua pihak sepakat untuk segera menandatangani perjanjian terpisah mengenai dukungan logistik militer bersama. Langkah ini diharapkan meningkatkan stabilitas dan efektivitas kerja sama antara militer kedua negara.
Kerja Sama Industri dan Ekonomi
Lee menyoroti perluasan kerja sama teknologi antara perusahaan Korea Selatan dan perusahaan pertahanan Prancis, termasuk Airbus.
Kedua negara sepakat mengejar proyek yang saling menguntungkan berdasarkan keahlian teknologi Prancis dan kemampuan manufaktur Korea Selatan.
Di bidang ekonomi, kedua negara menargetkan peningkatan volume perdagangan bilateral tahunan menjadi $20 miliar pada 2030.
Lee menegaskan akan berkomunikasi erat dengan Macron untuk menciptakan lingkungan yang lebih dapat diprediksi bagi perusahaan kedua negara.
Kerja sama juga akan diperluas ke bidang kecerdasan buatan (AI), teknologi kuantum, dan energi nuklir.
Kedua negara akan berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan bersama di bidang AI, semikonduktor, dan teknologi kuantum.
Dalam energi nuklir, Seoul dan Paris sepakat mengembangkan reaktor nuklir generasi berikutnya dan mendiversifikasi rantai pasokan.
Mereka juga akan meluncurkan saluran dialog tingkat tinggi untuk kerja sama energi nuklir sipil.
Di bidang perdamaian internasional, kedua negara akan terus bekerja sama memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Macron juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Korea Selatan di Semenanjung Korea.
Lee tiba di Paris pada Senin malam setelah kunjungan dua hari di Nice, di mana ia bersama Macron memimpin pertemuan tentang masa depan industri film.
Kunjungan kenegaraan dimulai dengan kunjungan ke Arc de Triomphe untuk memberi penghormatan kepada pahlawan Prancis.
Pada hari yang sama, Lee dijadwalkan menghadiri forum bisnis yang mempertemukan sekitar 20 perusahaan dari kedua negara, termasuk Samsung Electronics, BNP Paribas, dan L'Oreal.
Ia juga akan menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Presiden Macron dan istrinya, Brigitte Macron.