unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Pelatih Vokal EXO dan aespa Beralih Produksi Idol Virtual di Jepang
Hiburan

Pelatih Vokal EXO dan aespa Beralih Produksi Idol Virtual di Jepang

Ilustrasi grup idol virtual Korea untuk pasar Jepang
Pelatih Vokal EXO dan aespa Beralih Produksi Idol Virtual di Jepang
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Saat mempersiapkan proyek, perusahaan-perusahaan besar Jepang mulai menunjukkan minat, yang memberi keyakinan akan potensi komersialnya.

Jang melihat peluang memperpanjang karier artis, karena idol biasanya debut muda dan harus memikirkan langkah berikutnya.

Penyanyi dapat mengembangkan suara dan ekspresi yang lebih kaya seiring pengalaman.

Format virtual diyakini dapat menjadi platform bagi artis berbakat untuk tetap aktif lebih lama, tanpa terikat usia atau penampilan.

Kim menambahkan bahwa ia tidak ingin terjun tanpa perhitungan ke bisnis baru.

Bersaing dengan agensi besar pada syarat yang sama akan membutuhkan modal besar.

Namun mereka melihat peluang nyata jika fokus pada keahlian terbaik mereka, yaitu musik dan pelatihan, serta masuk ke pasar yang belum banyak dijelajahi perusahaan Korea.

Saat menangani pelatihan dan pengarahan vokal untuk XG, Kim terus memikirkan langkah selanjutnya.

Ia merasa langkah berikutnya adalah memproduksi artis sendiri, dan proyek ini tumbuh dari pemikiran tersebut.

Jang menegaskan bahwa pasar Jepang sudah menjadi fokus sejak awal.

Musik mereka berada di antara K-pop dan J-pop, sementara secara visual mereka berusaha setia pada nuansa anime Jepang.

Pendekatan itu berbeda dari membuat grup idol virtual bergaya Korea lalu membawanya ke Jepang.

Mereka melibatkan seniman anime Jepang ternama untuk mengembangkan karakter di Jepang dan bekerja sama dengan mitra Jepang sejak tahap perencanaan.

Mereka sadar bahwa seberapa pun dekatnya menangkap sensibilitas Jepang, orang akan tetap mengenali bahwa grup ini berasal dari Korea.

Alih-alih menyembunyikannya, mereka ingin memaksimalkan kekuatan K-pop dalam pelatihan dan produksi sambil membawa rasa hormat dan pemahaman terhadap budaya Jepang.

Kim menilai grup idol virtual Korea seperti PLAVE sukses dengan terhubung ke audiens melalui konvensi K-pop yang familier.

📰 Update Terbaru