Enam kapal tanker minyak milik Arab Saudi terpantau menjauhi selat Bab el-Mandeb dan memulai perjalanan tidak biasa mengelilingi Afrika.
Langkah ini diambil karena ancaman dari kelompok Houthi yang mengganggu pelayaran di Laut Merah.
>>> Harta Kekayaan Syerly Lurah Paya Pasir yang Viral Ejek Warga, Ini LHKPN-nya
Dua kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) yang kosong, Hazm dan Dilam, memberi sinyal menuju Gibraltar.
Gibraltar merupakan pusat utama di Laut Mediterania untuk pengisian bahan bakar, menurut data pelacakan kapal.
Sementara itu, kapal tanker lainnya, yaitu Ghinah, Laynah, Salam, dan Burqan, sedang menuju Durban atau Teluk Algoa di Afrika Selatan.
>>> Jakarta Masih Jadi Surga Narkoba, Ekstasi dan Sabu Diselundupkan Pilot Lewat Bandara Soetta
Pelabuhan-pelabuhan tersebut sering dijadikan titik transit bagi kapal yang melakukan perjalanan lintas benua.
Arab Saudi telah mengalihkan sebagian aliran minyak mentah menuju Asia dari pelabuhan ekspor Yanbu di Laut Merah ke Sidi Kerir di Mesir.
>>> Harga Gas Eropa Diprediksi Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret
Sidi Kerir terletak di pesisir Laut Mediterania, dan kerajaan tersebut sedang menjajaki mekanisme penetapan harga baru bagi pembeli untuk mengambil minyak.
