Nubia resmi meluncurkan NaviX Ultra di China sebagai ponsel AI generasi kedua setelah model M153.
Ponsel ini mengandalkan Doubao Mobile Assistant dari ByteDance untuk menjalankan tugas lintas aplikasi lewat satu perintah suara.
Nubia menyebut NaviX Ultra sebagai ponsel cerdas AI pertama di dunia.
Tombol AI khusus dan asisten Doubao
Fitur khas NaviX Ultra adalah tombol AI beraksen oranye yang juga berfungsi sebagai pemindai sidik jari.
Nubia mengklaim ini sebagai yang pertama di industri.
Tombol tersebut mengenali dialek, aktif lewat suara, dan berjalan di atas model suara full-duplex terbaru dari Seed.
Pengguna bisa menyela asisten saat masih menjawab, mirip menginterupsi lawan bicara.
Nubia memindahkan posisi tombol agar lebih mudah dijangkau dengan satu tangan.
Nubia mengklaim tingkat kebangkitan 48% lebih tinggi dibanding ponsel pesaing di tempat bising, serta pengenalan kalimat 21% lebih baik.
Asisten ini mendukung lebih dari sepuluh dialek, termasuk Kanton dan Minnan.
Asisten AI juga dapat memahami gambar dan apa yang tampil di layar ponsel.
Pengguna bisa bertanya soal sesuatu di layar, mengarahkan kamera ke objek, atau memakainya saat panggilan video.
Spesifikasi dan harga NaviX Ultra
NaviX Ultra hadir dalam tiga versi di peluncuran perdananya.
Model 12GB + 512GB dibanderol 5.999 yuan (sekitar $840), versi 16GB + 512GB seharga 6.499 yuan (sekitar $910).
Model tertinggi dengan RAM 16GB dan penyimpanan 1TB dijual 7.499 yuan (sekitar $1.050).
Layarnya berukuran 6,78 inci LTPO 2.0 dengan refresh rate 1-144Hz.
Layar mencakup 100% rentang warna DCI-P3 dan mencapai kecerahan puncak hingga 4.500 nits.