Kelompok Houthi Yaman pada Rabu mengklaim telah menembak jatuh sebuah jet tempur Saudi. Mereka menyebut pesawat itu dihantam menggunakan amunisi buatan lokal.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan jet F15 Saudi ditembak saat menjalankan operasi di wilayah udara Provinsi Marib.
Menurut Saree, pesawat tersebut ditargetkan dengan rudal udara-ke-udara buatan lokal. Ia juga menuduh Arab Saudi melancarkan 450 serangan.
Saree membantah klaim Saudi bahwa Houthi menargetkan kota suci Mekah pekan ini. Ia menegaskan operasi mereka menyasar fasilitas minyak dan pangkalan militer yang jauh dari situs suci.
Konflik dan Blokade Laut
Houthi kembali terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi sejak perang saudara Yaman kembali berkobar pada Juli.
Kelompok itu juga mendeklarasikan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan menargetkan kapal-kapalnya di Laut Merah.
Dalam serangan kilat pekan lalu, Houthi menguasai seluruh pesisir Laut Merah Yaman dan Selat Bab al-Mandab.
Selat itu menjadi vital bagi ekspor minyak mentah Saudi seiring perang Timur Tengah yang lebih luas menghambat Selat Hormuz di Teluk.
Serangan kilat itu memperluas kendali Houthi atas jalur pelayaran strategis di ujung selatan Laut Merah.
Klaim penembakan jet F15 menambah ketegangan di wilayah udara Marib yang menjadi lokasi operasi militer Saudi.
Houthi menyatakan operasi mereka tidak diarahkan ke situs suci, melainkan ke sasaran militer dan ekonomi. Pernyataan itu sekaligus membantah tuduhan Saudi soal serangan ke Mekah.
Dengan blokade maritim yang masih berlaku, kapal-kapal Saudi di Laut Merah disebut menjadi sasaran kelompok tersebut.
Situasi ini membuat rute ekspor minyak mentah Saudi semakin rentan di tengah konflik regional.
