unique visitors counter
⌂ Beranda News Serangan Baru di Hormuz dan Arab Saudi Perparah Gangguan Pasokan Minyak Global
News

Serangan Baru di Hormuz dan Arab Saudi Perparah Gangguan Pasokan Minyak Global

Kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz
Serangan Baru di Hormuz dan Arab Saudi Perparah Gangguan Pasokan Minyak Global
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Serangan baru terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal di Teluk menguji ketahanan kawasan Timur Tengah pada Minggu, setelah serangan terhadap pipa minyak Saudi dan kemajuan Houthi Yaman mengancam memperburuk gangguan pasokan energi global.

Pedagang minyak memperkirakan harga akan kembali naik saat pasar dibuka pada Senin, menyusul perkembangan akhir pekan yang membahayakan pasokan dari eksportir terbesar dunia, Arab Saudi.

Badan keamanan maritim Inggris UKMTO melaporkan sebuah kapal terkena proyektil saat melintasi Selat Hormuz pada Minggu, menyebabkan kebakaran dan memaksa awak dievakuasi.

Iran menyatakan satu orang tewas dan empat awak terluka di atas kapal komersial Iran yang diserang di lepas pantainya.

Di Arab Saudi, media negara merilis video kerusakan rumah dan masjid akibat dugaan serangan lintas batas terbaru Houthi di Provinsi Jazan, selatan.

Houthi secara terpisah mengklaim telah menyerang pangkalan militer Saudi di provinsi tetangga.

Kota-kota di selatan Saudi mengalami peringatan rutin sejak pekan lalu, yang memuncak pada serangan drone Jumat yang melumpuhkan pipa minyak timur-barat sepanjang 1.200 km melintasi Semenanjung Arab.

Pipa tersebut selama ini menjadi jalur utama pasokan minyak Timur Tengah ke pasar global yang menghindari Selat Hormuz.

Pada hari yang sama, Houthi merebut Pulau Perim yang terletak di tengah Bab El-Mandeb, selat yang mengontrol mulut Laut Merah.

Harga Diesel AS Cetak Rekor Baru

Harga minyak melonjak di atas $100 pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Juli.

Harga eceran diesel di Amerika Serikat yang sensitif secara politik naik pada Minggu ke rekor tertinggi sepanjang masa di atas $6,20 per galon.

Pedagang dan pembeli minyak Saudi mengatakan kepada Reuters bahwa Riyadh memiliki cukup minyak yang disimpan di pelabuhan Laut Merah Yanbu untuk mempertahankan ekspor hanya selama lima hingga tujuh hari jika pipa yang diserang Jumat tetap ditutup.

📰 Update Terbaru