Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan akan menggelar pertemuan dengan negara-negara Teluk di Oman pada Senin.
Pertemuan itu akan membahas Selat Hormuz, jalur strategis yang diblokade Iran selama perang Timur Tengah.
Dalam pernyataan Jumat, kementerian menyebut pertemuan ini bertujuan meningkatkan pemahaman antarnegara kawasan dan memperkuat keamanan regional bersama.
Irak dan negara-negara pesisir Teluk Persia lainnya akan turut serta dalam pertemuan tersebut.
Iran berada dalam kondisi perang sejak 28 Februari, ketika serangan Amerika Serikat dan Israel menewaskan pemimpin tertingginya.
Iran membalas dengan serangan di berbagai wilayah dan memblokade Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya dilalui seperlima pasokan minyak dunia.
Lebih dari enam bulan sejak perang Timur Tengah dimulai, blokade itu terus mendorong kenaikan harga minyak.
Harga minyak melonjak melewati 100 dolar AS per barel pekan ini.
Oman dan Iran, yang sama-sama berbatasan dengan Selat Hormuz, telah membahas selama beberapa pekan bagaimana jalur penting itu akan dikelola di masa depan.
Sebelum perang, selat tersebut bebas dilintasi.
Kini Iran mewajibkan kapal memperoleh izin dan tengah mempertimbangkan mekanisme untuk memberlakukan biaya layanan.
Kapal yang tidak mematuhi aturan secara rutin menjadi sasaran serangan Iran.
Sementara itu, Amerika Serikat secara berkala membombardir garis pantai Iran untuk menantang kendali republik Islam tersebut atas selat itu.
