Dalam keterangan tulis yang cukup panjang, Ruben memulai pesannya dengan permohonan maaf yang tulus atas kegaduhan yang terjadi di masyarakat.
"Pertama-tama, kami memohon maaf atas pemberitaan yang terjadi. Mohon maaf apabila baru pagi ini saya dapat menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan," tulis Ruben dalam unggahan tersebut, menunjukkan sikap tanggung jawab moralnya sebagai kepala keluarga.
Ruben juga menegaskan komitmennya untuk mencari kebenaran secara utuh. Ia menyebutkan bahwa pada malam sebelum unggahan tersebut dibuat, ia masih menunggu kepulangan Betrand yang usai menjalani proses syuting hingga larut malam. Rencana selanjutnya, Ruben berjanji akan menemui dan mendengarkan penjelasan langsung dari rekan-rekan Betrand yang berada di lokasi kejadian. Langkah ini diambil agar ia dapat memahami situasi secara komprehensif dan mendapatkan informasi yang akurat, bukan sekadar dari hearsay atau kabar burung.
"Jadi, sebelum masalah ini jelas, kami berharap kita jangan dulu mengambil kesimpulan atas laporan ini. Percayalah, kami tidak akan menutup-nutupi apa yang terjadi sebenarnya sesuai dengan bukti-bukti yang ada," tegas Ruben dengan nada yang tegas namun penuh kehati-hatian. Ia juga menambahkan bahwa keluarganya akan berusaha tetap kooperatif dengan aparat penegak hukum untuk memberikan keterangan serta melakukan segala hal yang diperlukan dengan sebaik-baiknya.
Ujian Bertubi-tubi: Gugatan Hak Asuh Anak di Tengah Badai
Kasus yang menimpa Betrand Peto ini datang di momen yang sangat tidak tepat bagi Ruben Onsu. Presenter yang dikenal dengan candaan khasnya ini sejatinya sedang menghadapi serangkaian tantangan hukum dan pribadi yang berat. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah gugatan hak asuh anak yang saat ini masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, yang melibatkan mantan istrinya, Sarwendah.