Vivo Buds Clip resmi meluncur sebagai earbud nirkabel pertama Vivo dengan desain clip-on atau jepit. Perangkat audio ini diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran seri smartphone Vivo X500 terbaru.
Berbeda dari earbud konvensional yang masuk ke lubang telinga, Vivo Buds Clip mengusung konsep open-ear.
Pengguna tetap dapat mendengarkan musik, podcast, atau menerima panggilan tanpa menutup saluran telinga sepenuhnya.
Vivo tidak hanya mengandalkan desain unik.
Buds Clip juga membawa driver berukuran 12mm, dukungan audio Hi-Res, konektivitas ke beberapa perangkat sekaligus, serta daya tahan baterai hingga 42 jam dengan bantuan charging case.
Desain Clip-On Ringan dan Nyaman
Daya tarik utama Vivo Buds Clip terletak pada desainnya. Earbud ini menggunakan mekanisme jepit yang ditempatkan pada bagian tepi telinga.
Karena tidak dimasukkan ke dalam lubang telinga, pengguna masih bisa mendengar suara dari lingkungan sekitar.
Untuk menjaga posisi tetap stabil, Vivo menggunakan jembatan berbahan paduan titanium memori yang fleksibel.
Material tersebut dirancang agar dapat mengikuti bentuk telinga sekaligus memberikan tekanan yang tetap nyaman saat digunakan. Bobot masing-masing earbud hanya sekitar 5,2 gram.
Dengan bobot yang relatif ringan, Buds Clip dirancang untuk penggunaan dalam waktu lama, termasuk ketika mendengarkan musik atau melakukan panggilan.
Vivo juga menggunakan desain simetris, sehingga tidak ada unit khusus untuk telinga kiri atau kanan.
Pengguna dapat memasangnya di telinga mana pun, kemudian sistem akan menyesuaikan konfigurasi audio stereo secara otomatis.
Untuk pilihan warna, Vivo menyediakan varian hitam serta pilihan putih dan ungu yang memiliki permukaan dengan tekstur serta efek berkilau.
Driver 12mm dan Audio Hi-Res
Dari sisi audio, Vivo Buds Clip dibekali driver berukuran 12mm. Driver tersebut menjadi salah satu komponen penting untuk menghasilkan suara yang lebih bertenaga, terutama pada frekuensi rendah.
Namun, karena menggunakan konsep open-ear, Vivo menghadapi tantangan berupa potensi kebocoran suara. Oleh karena itu, perusahaan menambahkan teknologi anti-kebocoran yang menggunakan sistem audio terarah.
Teknologi tersebut dirancang untuk mengarahkan suara ke telinga pengguna sehingga musik tidak terlalu banyak terdengar oleh orang di sekitar.
Dengan begitu, pengalaman mendengarkan diharapkan tetap nyaman meskipun menggunakan desain open-ear.