Vivo Buds Clip dan CMF Clip Pro sama-sama menawarkan desain klip ringan, konektivitas multipoint, serta daya tahan hingga 10 jam sekali cas.
Namun keduanya memilih jalur berbeda: Vivo menekankan spatial audio, fitur pintar, dan baterai lebih panjang, sedangkan CMF mengandalkan LDAC, kustomisasi bass, kontrol fisik, dan pengisian lebih cepat.
Desain dan Kontrol
Vivo Buds Clip memakai Cloud-Fit Connector Bridge dari paduan titanium memori fleksibel dengan bobot 5,2 gram.
CMF Clip Pro mengusung desain klip tiga titik, menggabungkan kawat titanium 0,5 mm dengan rumah earbud TPU bertekstur lembut.
Vivo mengandalkan kontrol gestur: ketuk dua kali, ketuk tiga kali, tekan tahan, dan geser.
Fitur wear detection, deteksi kiri-kanan otomatis, kontrol kamera jarak jauh, dan tema pop-up yang bisa disesuaikan melengkapi pengalaman.
CMF menyediakan tombol fisik di tiap earbud dan dial pintar pada case pengisian.
Dial tersebut mengatur volume, pemutaran, perpindahan trek, dan pengelolaan panggilan.
Dari sisi kontrol, CMF tampil lebih praktis dan mudah diakses, sementara Vivo lebih bergantung pada perangkat lunak.
Suara, Baterai, dan Konektivitas
Vivo Buds Clip memakai driver 12 mm dengan dual-parallel voice coil dan amplitudo 0,8 mm.
Tersedia mode Balanced, Vocal Enhancement, dan Leakage Prevention, plus equalizer 10-band.
CMF Clip Pro dibekali driver dual-magnet 10,8 mm dengan diafragma TPU.
Teknologi Ultra Bass dan tiga level kustomisasi bass menjadi fokusnya.
CMF unggul pada dukungan codec LDAC dan Hi-Res Audio, sedangkan Vivo menawarkan Hi-Res Wireless Audio serta empat mode spatial audio: Theater, Concert Hall, Recording Studio, dan Live Concert.
Tidak ada ANC konvensional di kedua model karena desain open-ear membiarkan kanal telinga terbuka.
Vivo menghadirkan Leakage Prevention, CMF memiliki Private Listening Mode untuk mengurangi kebocoran suara.
Untuk panggilan, Vivo memadukan dua mikrofon dengan VPU dan AI noise cancellation.
CMF mengandalkan empat mikrofon HD dengan Clear Voice Technology serta pemrosesan suara dan kebisingan lingkungan.
Baterai menjadi keunggulan jelas Vivo: 10 jam sekali cas dan total 42 jam dengan case.
CMF Clip Pro juga bertahan 10 jam, tetapi totalnya 32,5 jam dengan case, selisih 9,5 jam.
CMF membalas lewat pengisian cepat: 10 menit memberi hingga empat jam pemutaran, dibanding tiga jam pada Vivo.
Vivo juga mendukung pengisian nirkabel Qi, meski fitur ini eksklusif untuk versi wireless charging.
Vivo mendukung konektivitas tiga perangkat, sedangkan CMF mendukung dua perangkat plus mode latensi rendah dan gaming.
Secara keseluruhan, Vivo lebih kuat untuk daya tahan dan personalisasi audio, sementara CMF menonjol lewat LDAC, bass, kontrol fisik, dan pengisian cepat.
