Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi denda dan larangan menjadi tuan rumah kepada sejumlah klub Super League 2026-2027 akibat insiden suporter.
Keputusan itu diumumkan pada 18 September, di tengah masa jeda kompetisi yang akan kembali bergulir pada 9 Oktober.
Persija Jakarta menerima denda Rp 180 juta dan larangan menjadi tuan rumah di DKI Jakarta, Banten, serta Jawa Barat selama dua pertandingan.
Sanksi tersebut buntut dari lemparan botol, flare, dan petasan saat laga melawan Persib Bandung.
Persija menyatakan banding dua hari setelah keputusan itu keluar.
Denda untuk PSIM, PSS Sleman, dan Madura United
PSIM Yogyakarta dikenai denda Rp 160 juta, sedangkan PSS Sleman dan Madura United masing-masing didenda Rp 30 juta.
Denda Madura United terkait insiden lemparan pisang ke arah bangku cadangan tim tamu saat melawan Persijap Jepara pada 6 September di Pamekasan.
Manajer Madura United menjelaskan denda Rp 30 juta itu setara dengan pendapatan dari seribu penonton yang membeli tiket.
Menurutnya, satu orang yang melakukan lemparan telah menghapus kerja keras seribu penonton yang datang dengan tertib.
Dia menegaskan denda dibayar oleh klub sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan hasil penjualan tiket, bukan kepada suporter.
Namun, kerugian ini mengurangi dana untuk pemain, akademi, dan perawatan stadion.
Larangan tuan rumah yang dijatuhkan kepada Persija berdampak luas karena ribuan suporter yang tidak bersalah kehilangan kesempatan menonton di kandang sendiri.
Sementara itu, pelaku lemparan jarang diketahui identitasnya dan tetap bisa kembali ke tribun.
Manajer Madura United mengkritik sistem denda yang menimpa klub dan bukan pelaku.