Layar depannya memakai rasio 19,6:9 dengan radius kelengkungan sudut 1,9mm. Ponsel tersedia dengan punggung fiberglass atau kaca.
Versi fiberglass hadir dalam warna Black, White, dan Iced Peach Pink dengan bobot 235 gram. Sementara versi kaca, termasuk Galaxy Blue, berbobot 240 gram.
Ada juga edisi transparan dengan punggung tembus pandang bernuansa merah.
Edisi ini terbatas pada konfigurasi RAM 16GB dan penyimpanan 1TB, serta menjadi edisi khusus transparan pertama Xiaomi sejak Mi 10 Ultra pada 2020.
Kamera: Tiga Sensor 200MP vs Konfigurasi Optik Berbeda
Fitur kamera terbesar Oppo Find X10 Pro Max adalah tiga sensor 200MP.
Ketiganya mencakup kamera ultra-wide, utama, dan telephoto, menjadikannya ponsel pertama yang memakai sensor 200MP di ketiga panjang fokus tersebut.
Kamera utamanya menggunakan sensor 1/1.3 inci dengan aperture f/1.5 dan panjang fokus setara 24mm.
Oppo mengklaim dynamic range hingga 17 stop, dengan stabilisasi CIPA 6.5 untuk menjaga ketajaman gambar.
Kamera telephoto memiliki sensor 1/1.56 inci dengan aperture f/2.1 dan panjang fokus setara 70mm.
Kamera ini mendukung foto makro dari jarak sedekat 10cm dan memiliki rating stabilisasi CIPA 7.5.
Kamera ultra-wide 1/1.56 inci memiliki aperture f/2.2 dan field of view 124 derajat.
Oppo menyebut kamera ini dapat menangkap cahaya 202% lebih banyak dibanding generasi sebelumnya.
Oppo juga menambahkan lensa warna Danxia generasi kedua yang bekerja terpisah dari sensor utama.
Lensa ini melacak 24 kanal sampling spektral dan dirancang membantu reproduksi warna pada foto maupun video.
Xiaomi memakai konfigurasi kamera yang berbeda.
Kamera utamanya menggabungkan sensor 200MP Light Hunter 960L berukuran 1/1.28 inci dengan lensa Leica Optics Summilux high-speed.