unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Kabar Duka Mendalam: Amal Buton, Adik Kandung Arie Kriting, Meninggal Dunia Jelang Hari Pernikahan, Sosok yang Menghidupkan Panggung Komedi Baubau
News

Kabar Duka Mendalam: Amal Buton, Adik Kandung Arie Kriting, Meninggal Dunia Jelang Hari Pernikahan, Sosok yang Menghidupkan Panggung Komedi Baubau

Kabar Duka Mendalam: Amal Buton, Adik Kandung Arie Kriting, Meninggal Dunia Jelang Hari Pernikahan, Sosok yang Menghidupkan Panggung Komedi Baubau
Amal • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Dunia hiburan tanah air kembali diselimuti awan duka yang mendalam. Komika dan aktor ternama, Arie Kriting, harus menelan pil pahit kehilangan orang terkasih. Sang adik kandung, yang akrab disapa Amal Buton, dikabarkan meninggal dunia secara mendadak, tepat di momen yang seharusnya dipenuhi sukacita: jelang hari pernikahannya yang telah dijadwalkan pada 10 Oktober 2026 mendatang.

Kabar kepergian Amal Buton, yang memiliki nama asli Salimuddin, dikonfirmasi langsung oleh Arie Kriting melalui unggahan penuh haru di akun Instagram pribadinya pada Kamis (24/9/2026). Pengumuman ini sontak mengejutkan publik dan rekan-rekan sejawat di industri hiburan, mengingat kondisi Amal yang sebelumnya terlihat aktif dan penuh semangat mempersiapkan bahtera rumah tangganya.

Rencana Pernikahan yang Tak Kesampaian dan Ujian Berat Sang Kakak

Kepergian Amal terasa begitu menusuk hati karena ia sejatinya telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk hari paling istimewa dalam hidup seorang pria. Arie Kriting, yang dikenal sebagai sosok kakak yang sangat menyayangi keluarganya, mengungkapkan fakta memilukan tersebut dengan nada yang penuh kepasrahan.

"Tanggal 10 Oktober besok harusnya dia menikah, tetapi Allah SWT memiliki kehendak yang lain," tulis Arie Kriting dalam unggahannya. Kalimat singkat tersebut menyiratkan betapa beratnya ujian yang harus dihadapi keluarga, terutama setelah Arie sebelumnya dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan kebahagiaan sang istri, Indah Permatasari, dan selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi keluarganya.

Jejak Langkah Amal Buton: Dari Baubau hingga Panggung Nasional

Di balik kabar duka ini, publik kembali diingatkan pada rekam jejak Amal Buton yang cemerlang di dunia komedi. Lelaki asal Baubau, Sulawesi Tenggara, ini bukan sekadar "adik dari seorang selebritas". Ia adalah seorang komika berbakat dan konten kreator yang telah mengabdikan diri untuk memajukan seni humor di daerahnya.

Nama Amal Buton mulai dikenal luas oleh publik nasional ketika ia berhasil lolos sebagai salah satu peserta Stand Up Comedy Academy (SUCA) musim kedua yang digelar oleh Indosiar pada tahun 2016. Penampilannya yang khas dengan sentuhan budaya Sulawesi Tenggara berhasil mencuri perhatian juri dan penonton.

Tak berhenti di situ, dedikasinya terhadap dunia komedi lokal sangat luar biasa. Amal tercatat sebagai Ketua Stand Up Indo Buton, sebuah komunitas yang ia bina dengan penuh semangat. Selama bertahun-tahun, ia menjadi motor penggerak yang menghidupkan panggung komedi di Baubau, memberikan ruang bagi talenta-talenta muda setempat untuk mengekspresikan diri dan menghibur masyarakat.

Pesan Penuh Makna: Cahaya, Kegelapan, dan Janji Pertemuan Kembali

Dalam ungkapan belasungkawa yang dibagikannya, Arie Kriting tidak hanya menyampaikan kabar duka, tetapi juga merangkai pesan yang sarat akan kedalaman emosional dan ikatan batin antar-saudara. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah mengirimkan doa dan dukungan, sekaligus memohonkan maaf atas segala kekhilafan mendiang semasa hidupnya.

"Terima kasih untuk semua doa baiknya. Semoga adik saya almarhum @amal_buton mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Mohon dimaafkan jika ada yang kurang berkenan, mohon diikhlaskan," tulis Arie.

Puncak dari pesan tersebut adalah curahan hati Arie yang menggambarkan betapa dekatnya ia dengan sang adik, sekaligus pengakuan vulnerabilitas seorang kakak yang sering dianggap garang. "Sekarang Amal sudah berdiri dalam cahaya yang terang benderang. Dia tahu, saya kakaknya ini meskipun orang sering bilang saya garang tetapi saya itu takut gelap. Maka semoga jalan hidupku juga bisa membawa agar kita kelak bertemu lagi saudaraku," demikian kutipan yang berhasil menyentuh hati ribuan pengikutnya.

Solidaritas Komunitas Komedi: "Keluarga yang Kamu Tinggalkan Akan Kami Jaga"

Kabar duka ini dengan cepat memicu gelombang solidaritas dari berbagai kalangan. Kolom komentar unggahan Arie Kriting langsung dibanjiri ucapan belasungkawa dari rekan-rekan sesama komika, artis, hingga publik figur yang turut merasakan kehilangan ini.

Salah satu dukungan moral yang paling menonjol datang dari senior komika tanah air, Ernest Prakasa. Dengan nada yang tegas namun penuh empati, Ernest menuliskan, "Selamat jalan Amal. Keluarga yang kamu tinggalkan akan kami jaga sama-sama." Pernyataan ini merefleksikan kuatnya ikatan persaudaraan di komunitas stand-up comedy Indonesia yang saling mendukung di masa suka maupun duka.

Senada dengan hal tersebut, komunitas Stand Up Indo Buton juga mengeluarkan konfirmasi resmi melalui akun Instagram mereka. Mereka mengenang Amal Buton bukan hanya sebagai ketua, tetapi sebagai sosok inspiratif yang telah menghidupkan panggung komedi di Buton selama bertahun-tahun. Kontribusi Amal dalam membangun ekosistem komedi yang sehat dan menghibur di Sulawesi Tenggara akan terus dikenang sebagai warisan yang tak ternilai.

Warisan yang Akan Terus Hidup

Kepergian Amal Buton meninggalkan lubang besar di hati keluarga, terutama bagi Arie Kriting dan Indah Permatasari, serta bagi komunitas komedi di Baubau. Namun, di tengah duka yang mendalam, kisah hidupnya tentang dedikasi, cinta terhadap keluarga, dan semangat menghibur orang lain menjadi pengingat bagi kita semua tentang betapa pentingnya menghargai setiap momen yang ada.

Rencana pernikahan yang tak sempat terlaksana pada 10 Oktober 2026 mungkin menjadi luka yang tak akan mudah sembuh, namun doa dan kenangan baik akan Amal Buton akan terus mengalun, mengiringi perjalanannya menuju tempat yang lebih baik di sisi Sang Pencipta. Selamat jalan, Amal Buton. Tawa yang pernah kamu hadirkan akan terus bergema, meski kamu telah pergi mendahului kita.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru