unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Baterai LFP Mobil Listrik Justru Perlu Diisi Penuh 100 Persen
News

Baterai LFP Mobil Listrik Justru Perlu Diisi Penuh 100 Persen

Ilustrasi pengisian daya baterai mobil listrik di stasiun pengisian
Baterai LFP Mobil Listrik Justru Perlu Diisi Penuh 100 Persen
A A Ukuran Teks16px

Kebiasaan mengisi daya baterai mobil listrik pada rentang 20 hingga 80 persen kerap dianggap sebagai aturan wajib. Padahal, pola pengisian ini bukan acuan mutlak untuk semua kendaraan listrik.

Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan bahwa anjuran tersebut diterapkan sebagai bentuk perawatan untuk menjaga usia pakai baterai.

Kebiasaan ini juga tidak serta-merta mengurangi jarak tempuh kendaraan.

Menurut Yannes, pemahaman soal pola pengisian daya perlu disesuaikan dengan karakteristik baterai yang terpasang di tiap mobil listrik.

Karena itu, batasan 20 sampai 80 persen tidak bisa dijadikan patokan bagi seluruh jenis kendaraan.

Tiap Jenis Baterai Butuh Penanganan Berbeda

Pabrikan memproduksi mobil listrik dengan teknologi baterai yang beragam, sehingga kebutuhan pengelolaannya pun tidak sama. Pemilik disarankan selalu merujuk pada panduan resmi dari pabrikan masing-masing.

Yannes mencontohkan baterai lithium iron phosphate atau LFP yang justru memerlukan pengisian hingga kapasitas 100 persen secara berkala.

Proses itu membantu sistem membaca kondisi baterai dengan lebih akurat.

Selain itu, angka 0 hingga 100 persen yang terlihat di layar kendaraan sudah dikelola oleh battery management system atau BMS.

Pengelolaan persentase daya tersebut diatur otomatis oleh perangkat lunak kendaraan.

Pemilik kendaraan listrik diharapkan dapat membedakan antara tindakan pencegahan untuk memperpanjang umur baterai dan kapasitas jarak tempuh riil yang bisa digunakan.

Penerapan kebiasaan pengisian daya sebaiknya berpatokan pada instruksi pabrikan serta kebutuhan harian.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru