unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Green SM Bike: Ojek Listrik Baru di Jakarta dan Sekitarnya
News

Green SM Bike: Ojek Listrik Baru di Jakarta dan Sekitarnya

Ilustrasi ojek online listrik di Jakarta
Green SM Bike: Ojek Listrik Baru di Jakarta dan Sekitarnya
A A Ukuran Teks16px

Green SM resmi mengoperasikan layanan ojek online berbasis kendaraan listrik di Jakarta sejak 16 September 2026.

Langkah ini menandai masuknya pemain baru di sektor transportasi digital roda dua di Ibu Kota.

Chief Executive Officer VGreen Edison Mai mengonfirmasi operasional skuter listrik tersebut setelah uji coba di sejumlah kawasan Jakarta.

Manajemen menyatakan Green SM Bike saat ini memprioritaskan area Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat sebelum menjangkau wilayah lain.

Fokus Awal dan Rencana Ekspansi

Perusahaan mengeklaim kehadiran skuter listrik ini menjadi solusi mobilitas efisien bagi pengguna jalan di kawasan perkotaan.

Ekspansi ke kota-kota lain di Indonesia juga masuk dalam rencana pengembangan jangka panjang armada tersebut.

Manajemen menambahkan bahwa jangkauan operasional kendaraan roda dua berbasis baterai ini akan diperluas secara bertahap.

Masuknya pemain baru di sektor transportasi berbasis aplikasi ini mendapat tanggapan dari Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia.

Asosiasi menilai kehadiran ekosistem kendaraan listrik dapat memberikan variasi pilihan bagi konsumen serta opsi pendapatan bagi para pengemudi.

Ketua Umum Asosiasi Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menyoroti pentingnya menjaga struktur tarif agar tidak menciptakan persaingan harga yang merugikan mitra pengemudi.

Ia menambahkan bahwa diferensiasi berupa ekosistem kendaraan listrik menarik untuk dicermati dalam konteks transformasi transportasi digital dan transisi menuju mobilitas rendah emisi di Indonesia.

Asosiasi juga menekankan agar persaingan antar-platform lebih memfokuskan peningkatan kualitas layanan dan aspek keselamatan pengemudi maupun penumpang.

Garda Indonesia menegaskan akan terus memantau skema kemitraan, pembagian hasil, hingga insentif yang diterapkan oleh manajemen penyedia layanan.

Tujuannya memastikan keberlanjutan pendapatan pengemudi.

Prinsip asosiasi sederhana: inovasi dan kompetisi boleh berkembang, tetapi jangan menjadikan kesejahteraan pengemudi sebagai variabel yang dikorbankan untuk memenangkan pasar.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru