unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Ulasan Memburu Pemangsa: Horor Kriminal dengan Investigasi Jurnalis
Hiburan

Ulasan Memburu Pemangsa: Horor Kriminal dengan Investigasi Jurnalis

Poster atau adegan film Memburu Pemangsa yang memadukan horor, kriminal, aksi, dan thriller
Ulasan Memburu Pemangsa: Horor Kriminal dengan Investigasi Jurnalis
A A Ukuran Teks16px

Memburu Pemangsa memadukan horor, kriminal, aksi, dan thriller dalam satu rangkaian cerita yang konsisten dari awal hingga akhir.

Ketegangan yang dibangun sejak awal relatif terjaga, membuat penonton terus waspada mengikuti setiap petunjuk yang ditebar.

Salah satu kekuatan film ini adalah cara penulis naskah Rezi Junio dan Umay Shahab menggambarkan kasus predator anak yang menculik, membunuh, hingga memutilasi korbannya.

Narasi itu tidak hanya membawa teror ke ruang bioskop, tetapi dikembangkan lewat proses investigasi yang membuat gagasan ceritanya menarik ditelusuri.

Rezi dan Umay tidak terburu-buru membuka kedok pelaku.

Penulis memberi ruang bagi para karakter pemburu yang merupakan jurnalis untuk menelusuri petunjuk demi petunjuk yang bertebaran.

Cara tersebut membangun ekspektasi penonton atas momen identitas Sang Pemangsa terbongkar.

Sayangnya, Umay yang juga duduk di kursi sutradara agak kedodoran menjaga alur di bagian ini.

Pengungkapan identitas buruan tidak memberikan hentakan yang sepadan dengan adrenalin yang sudah dipupuk.

Reaksi dan situasinya relatif datar, sehingga momen puncak pencarian terasa tumpul.

Beberapa adegan juga menyisakan ganjalan, terutama saat pertarungan melawan Sang Pemangsa.

Momen yang mestinya menjadi titik penting pembangun tensi itu belum terasa lepas.

Gerakan antarkarakter kurang mengalir dan koreografi mereka belum sepenuhnya meyakinkan.

Intensitas yang seharusnya muncul saat dua kubu bertemu jadi tertahan.

Padahal modal Sang Pemangsa terbilang unik sebagai antagonis utama.

Ia bukan hanya dicitrakan sebagai sosok menyeramkan, tetapi juga meninggalkan kesan mengerikan.

Teuku Rifnu Wikana mulus mengeksekusi tuntutan menjadi Sang Pemangsa.

Ia sanggup membawakan aura mengancam dari karakter tersebut hingga menembus layar.

Bukan hanya Rifnu, Laura Basuki sebagai Agnes, Prilly Latuconsina sebagai Cia, Yasamin Jasem sebagai Anya, dan Taskya Namya sebagai Brina juga terbilang lancar memandu jalannya cerita.

Chemistry dan dinamika keempatnya terasa hidup dengan komposisi peran yang terbilang pas.

Konflik dan perseteruan yang muncul di antara mereka diselipkan apik di tengah proses memburu Sang Pemangsa.

Hal itu membuat pemahaman akan kasus ini menjadi lebih bulat.

Meski begitu, sinematografer Amalia T. S dan Teguh Raharjo sebagai editor tampak belum menemukan pendekatan yang meyakinkan dalam menghadirkan visual adegan tertentu.

Contohnya saat Agnes menggunakan kemampuan indra keenamnya.

Akan tetapi, Teguh mampu menyusun potongan-potongan adegan investigasi jurnalistik hingga pertarungan yang menciptakan ketegangan selama cerita berjalan.

Keputusan Umay dan Amalia menggunakan mode video recorder untuk menghadirkan konsep raw video juga patut diapresiasi.

Visual tersebut terasa apik dalam kisah pemburuan para jurnalis dan memberikan kesan yang lebih dekat serta intens.

Salah satu hal yang turut memanjakan mata hadir dari penggunaan properti hingga latar tempat yang mengisi berbagai adegan film ini.

Farhan Setyawan sebagai property master bersama Okie Yoga Pratama sebagai production designer patut mendapat apresiasi atas detail yang mereka hadirkan.

Terutama ketika film menampilkan elemen demonologi hingga berbagai peralatan yang berkaitan dengan dunia jurnalistik.

Di tengah segala keriuhan elemennya, Memburu Pemangsa masih mau memberikan pesan moral dan sosial.

Persoalan penculikan anak di Indonesia dibawa serius dalam cerita, tanpa meninggalkan tujuan komersial dan hiburan.

Formula itu membuat Memburu Pemangsa, terlepas dari kekurangannya, menjadi film yang kompleks sekaligus segar dengan identitasnya yang khas.

Identitas tersebut menonjol di tengah industri film Indonesia yang ramai dengan cerita horor.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru