Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, menyampaikan kekecewaan atas respons sebagian penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno setelah laga kontra Malaysia pada Senin (28/6/2026).
Pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 itu berakhir 0-0, meski Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-36.
Kartu merah yang diterima Thom Haye memaksa Garuda bertahan menghadapi gempuran pemain Malaysia seperti Arif Aiman dan Faisal Halim.
Selama sekitar 60 menit, barisan pertahanan Indonesia mampu menjaga gawang dari kebobolan.
Namun, seusai laga, sebagian penonton meneriakkan nama mantan pelatih Shin Tae-yong.
Diks menilai sikap tersebut tidak tepat karena seluruh anggota tim telah berjuang keras dalam kondisi sulit.
"Saya rasa ini tidak benar. Ini tidak baik bagi para pemain dan tidak baik bagi pelatih," ujar Diks.
Diks juga membela Thom Haye terkait pelanggaran yang berbuah kartu merah.
Menurutnya, keputusan hakim garis dan VAR berjalan sangat cepat dan insiden itu murni ketidaksengajaan.
"Ketika harus bermain dengan 10 orang, hal seperti itu bisa terjadi. Thom tidak melakukannya dengan sengaja.
Itu bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk saya. Dengan VAR, semuanya terjadi begitu cepat," kata Diks.
Kehilangan satu pemain memaksa Indonesia mengubah strategi dengan fokus pada kedisiplinan pertahanan dan menutup ruang gerak lawan.
Malaysia meningkatkan intensitas serangan, tetapi lini belakang Garuda bertahan hingga peluit panjang.
Diks menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh anggota tim.
"Saya bangga kepada para pemain yang berjuang dengan 10 orang. Saya tidak tahu berapa lama kami bermain seperti itu—mungkin sekitar 60 menit.
Berjuang dengan 10 orang sangat sulit, tetapi kami tetap bangga kepada para pemain," ucapnya.
Tambahan satu poin mengamankan posisi Indonesia di klasemen sementara Grup A.
Skuad Garuda selanjutnya akan menghadapi Bangladesh pada pertandingan penentuan.
Diks menegaskan fokus utama tim adalah efektivitas lini depan.
"Cetak gol sebanyak-banyaknya. Itu saja," ujarnya.
Diks berharap suporter terus memberikan dukungan penuh untuk menjaga kestabilan mental dan semangat juang para pemain menghadapi laga krusial berikutnya.
