Paus Leo XIV resmi menuntaskan perjalanan apostolik kelimanya di Prancis pada Senin di Kota Metz.
Pemimpin Gereja Katolik itu mengakhiri rangkaian kunjungan empat hari setelah memimpin Misa Kudus di Katedral Santo Stefanus.
Sebelum ke Metz, Paus Leo XIV memulai kunjungannya di Paris dan disambut kerumunan warga di berbagai penjuru kota.
Perjalanan lalu berlanjut ke Lourdes untuk berdoa di situs ziarah Marian bersama para peziarah dan umat beriman.
Metz dan Warisan Robert Schuman
Metz, lokasi penutup kunjungan, berada dekat perbatasan Jerman dan Luksemburg serta di persimpangan sejarah Eropa.
Wilayah ini memiliki keterkaitan erat dengan warisan Robert Schuman, salah satu tokoh pendiri integrasi Eropa.
Di Metz, Paus Leo XIV menyampaikan seruan tentang pentingnya keberanian untuk memperjuangkan perdamaian.
Pesan itu selaras dengan gagasan rekonsiliasi yang dahulu diusung Schuman setelah kehancuran Perang Dunia II.
Misa Kudus di Katedral Santo Stefanus berlangsung di lokasi yang sama dengan tempat pemakaman Robert Schuman beberapa dekade lalu.
Usai memimpin Misa tersebut, Paus Leo XIV dijadwalkan terbang kembali ke Roma pada malam hari menggunakan penerbangan kepausan.
Perjalanan apostolik kelima ini menegaskan posisi Metz sebagai titik penutup yang sarat makna sejarah bagi Paus Leo XIV.
Kota itu menjadi persinggahan terakhir sebelum penerbangan kepausan membawanya kembali ke Roma pada malam hari.
Dengan demikian, rangkaian kunjungan empat hari yang mencakup Paris, Lourdes, dan Metz resmi berakhir.