PT Kimia Farma (Persero) Tbk mengamankan hak sublisensi dari Medicines Patent Pool (MPP) untuk mengembangkan dan memproduksi versi generik baloxavir marboxil.
Obat tersebut merupakan antivirus influenza yang dikembangkan Roche.
Kesepakatan lisensi sukarela ini memberi emiten berkode KAEF akses penuh terhadap paket data teknis dan produk referensi.
Fasilitas itu akan dipakai mendukung pengujian bioekivalensi serta mempercepat pengajuan registrasi obat di dalam negeri.
Satu-satunya Manufaktur Indonesia di Antara 11 Perusahaan Global
Pengumuman kerja sama disampaikan MPP pada 25 September 2026 di New York, di tengah pergelaran Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kimia Farma tercatat sebagai satu-satunya entitas manufaktur asal Indonesia di antara 11 perusahaan global yang terpilih.
Sejumlah produsen dari negara lain turut terpilih, seperti Brasil, China, India, Malaysia, Nigeria, Uganda, Ukraina, dan Vietnam.
Direktur Komersial PT Kimia Farma (Persero) Tbk Hanadi Setiarto menilai keterlibatan perseroan sebagai langkah strategis.
Menurutnya, langkah ini memperkuat kemampuan manufaktur farmasi nasional sekaligus mendukung kesiapsiagaan kesehatan Indonesia di masa depan.
"Keterlibatan Kimia Farma dalam perjanjian sublisensi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas industri farmasi nasional," ujar Hanadi Setiarto.
Proses ini diharapkan memperluas jangkauan portofolio produk dan memangkas ketergantungan pasokan produk jadi dari luar negeri.
Meski demikian, realisasi komersialnya masih bergantung pada persetujuan regulator serta kapasitas produksi perseroan.
Hanadi menyebut kolaborasi dengan mitra global membuka kesempatan memperkuat kemampuan di bidang pengembangan, regulasi, dan manufaktur.
Di sisi lain, perluasan basis manufaktur regional dinilai krusial untuk menjaga ketersediaan rantai pasok obat global.
Direktur Eksekutif Medicines Patent Pool Charles Gore menyatakan penggabungan kapasitas manufaktur global dan produksi regional membantu membangun basis pasokan yang lebih beragam dan tangguh.
