Para aktor yang membintangi film "The Assassin(s)" tidak akan menghadiri acara Busan International Film Festival (BIFF) mendatang.
Keputusan ini diumumkan distributor film, Hive Media Corp. , pada Jumat, di tengah tuduhan distorsi sejarah dalam film Korea tersebut.
Kontroversi muncul setelah sejumlah kritikus menilai film yang mengangkat percobaan pembunuhan Presiden Korea Park Chung-hee pada 1974 itu menyiratkan kemungkinan keterlibatan Park atau aparat intelijen dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa itu mengakibatkan kematian ibu negara.
Pembatalan Kehadiran di BIFF
Hive Media Corp.
menyatakan pihaknya memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam upacara pembukaan BIFF maupun Outdoor Stage Greeting yang dijadwalkan pada 7 Oktober.
Keputusan itu diambil setelah pertimbangan matang dan dengan mempertimbangkan keselamatan penonton serta peserta acara.
Aktor utama Yoo Hae-jin dan Lee Min-ho semula dijadwalkan mengikuti upacara pembukaan pada Selasa.
Sementara sutradara Hur Jin-ho, aktor Park Hae-il, dan dua aktor lainnya dijadwalkan hadir dalam acara outdoor keesokan harinya untuk memperkenalkan film tersebut.
Program "Actor's House", tempat Lee dijadwalkan bertemu penonton, juga dibatalkan.
Pada Jumat, sebuah kelompok masyarakat konservatif menyatakan rencana menggelar aksi unjuk rasa di luar rumah Yoo untuk memprotes dugaan ketidakakuratan sejarah dalam film itu.
Kontroversi ini juga berdampak pada kampanye pemasaran yang melibatkan aktor tersebut.
Kiwoom Securities menghentikan kampanye iklan yang menampilkan Yoo, sementara sebuah jaringan restoran cepat saji menutup kolom komentar pada unggahan pemasaran media sosial yang menampilkan aktor itu.
Tim produksi "The Assassin(s)" membantah tuduhan tersebut.
Mereka menegaskan film itu tidak dibuat untuk menyangkal atau mendistorsi fakta sejarah.
