Kiper Manchester United Senne Lammens menegaskan pentingnya kekuatan mental dan rasa percaya diri untuk menghadapi kritik atas performanya di awal musim ini.
Pemain berusia 24 tahun itu menjadi sorotan setelah kebobolan delapan gol dalam lima pertandingan pertama Setan Merah di liga.
Sorotan tajam salah satunya datang dari legenda Manchester United, Paul Scholes.
Pandangan Scholes soal Kiper Kelas Dunia
Scholes menilai tim penantang gelar juara harus ditopang oleh penjaga gawang berkelas dunia.
"Tim apa yang menurut Anda bisa memenangi Premier League tanpa seorang kiper kelas atas? Lammens mungkin, saya tidak tahu, saya kira masih belum jelas," kata Scholes.
Scholes membandingkan situasi Setan Merah dengan klub pesaing yang memiliki kiper tangguh.
Ia juga mengingat kembali era kejayaan klub saat dikawal kiper legendaris.
"Anda itu perlu seorang kiper kelas atas. Sebut saja tim Liverpool dengan Alisson, tim City, Raya di Arsenal.
Man United dengan Peter Schmeichel dan Edwin van der Sar. Mereka semua itu punya kiper-kiper brilian," ujar Scholes.
Menjawab pandangan miring tersebut, Lammens menegaskan dirinya tidak akan mengubah kepribadiannya meski kini bermain untuk klub sebesar Manchester United.
"Aku tidak berubah karakter hanya karena bermain sepakbola di Manchester United," kata Lammens.
Mantan pemain Royal Antwerp yang bergabung sejak musim panas tahun lalu itu menyadari tingginya tekanan publik dan opini yang mengarah kepadanya.
"Anda harus punya mental yang kuat dan rasa percaya diri yang tinggi untuk menghadapi semua orang yang menyampaikan pendapat mereka.
Aku bisa membayangkan bahwa ini tidaklah mudah untuk siapapun," kata Lammens.
Lammens dijadwalkan kembali bertugas mengawal gawang Manchester United saat menjamu Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Inggris pada 10 Oktober mendatang usai jeda internasional.
