unique visitors counter
⌂ Beranda › News › AS Tegaskan Pembicaraan dengan Korea Utara Bukan Konsesi
News

AS Tegaskan Pembicaraan dengan Korea Utara Bukan Konsesi

Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjabat tangan dalam pertemuan puncak
AS Tegaskan Pembicaraan dengan Korea Utara Bukan Konsesi
A A Ukuran Teks16px

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Tommy Pigott menegaskan Presiden Donald Trump tidak memandang pembicaraan dengan Korea Utara sebagai sebuah konsesi.

Pernyataan itu disampaikan Pigott saat menjawab pertanyaan tentang dukungan pemerintah AS terhadap kesediaan Trump bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Menurut Pigott, keputusan tersebut lahir dari seorang presiden yang tidak meyakini bahwa berbicara dengan pihak lain merupakan sebuah konsesi.

Ia menambahkan, jika pembicaraan itu sesuai dengan kepentingan nasional AS, Trump akan melakukannya.

Pigott menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan wartawan asing di Washington.

Trump belakangan menyatakan niatnya bertemu Kim pada tahun ini.

Gedung Putih menegaskan presiden tetap terbuka untuk berbicara dengan pemimpin Korea Utara tanpa prasyarat apa pun.

Denuklirisasi dan Kontak Tertutup

Pigott juga menegaskan AS tetap berkomitmen pada denuklirisasi lengkap Korea Utara.

Ia menyebut kebijakan tersebut tidak berubah dan akan terus diperjuangkan.

Saat ditanya apakah Washington dan Pyongyang menjalin kontak di balik layar, Pigott mengaku belum ada yang bisa diumumkan saat ini.

Ketika ditekan lagi soal kontak antara pejabat AS dan Korea Utara, ia menolak memberi rincian.

Pigott beralasan departemennya tidak membahas percakapan diplomatik sensitif yang melibatkan berbagai negara.

Ia juga menyambut pengumuman terbaru soal investasi Korea Selatan di AS, termasuk proyek energi.

Pigott menyebut investasi itu sebagai keuntungan nyata bagi kedua negara.

Namun ia menolak menanggapi secara langsung perbedaan AS dan Korea Selatan soal status sejumlah investasi yang diusulkan.

Trump sebelumnya mengumumkan proyek investasi Korea Selatan berdasarkan perjanjian dagang bilateral tahun lalu.

Proyek itu mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga gas di Texas, delapan pembangkit nuklir skala besar, dan proyek gas alam cair di Alaska.

Kementerian Perindustrian Korea Selatan menyatakan proyek LNG Alaska belum final.

Kelayakan komersial dan faktor lain masih perlu ditinjau sebelum keputusan investasi diambil.

Ditanya soal perbedaan deskripsi investasi antara AS dan Korea Selatan, Pigott mengaku belum melihat pernyataan spesifik pemerintah Korea Selatan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru