Departemen Energi Amerika Serikat akan mengumumkan pendanaan baru sebesar 150 juta dolar AS untuk pembangunan jaringan listrik di Alaska pada Senin.
Pengumuman itu bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke negara bagian tersebut.
Vance dijadwalkan berkampanye untuk mendukung Senator Republik Dan Sullivan yang tengah menghadapi pertarungan ketat melawan kandidat Demokrat, Mary Peltola.
Perebutan kursi Senat Alaska menjadi salah satu fokus utama Partai Demokrat dalam upaya menguasai mayoritas di Senat AS.
Sejumlah jajak pendapat terbaru menempatkan Peltola, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS, unggul atas Sullivan.
Rencana energi ini merupakan rangkaian pengumuman investasi terbaru dari pemerintahan Presiden Donald Trump menjelang pemilihan sela.
Langkah tersebut diambil di tengah kekhawatiran pemilih terhadap perang Iran dan tingginya harga bensin.
Detail Proyek Jaringan Listrik Alaska
Menurut seorang pejabat pemerintahan, Departemen Energi akan menggunakan dana federal untuk membantu pembangunan 223 mil atau sekitar 359 kilometer saluran transmisi listrik baru.
Jaringan itu akan menghubungkan pembangkit listrik Beluga di pesisir selatan Alaska dengan Healy di wilayah pedalaman negara bagian tersebut.
Koridor antara Beluga dan Healy mencakup pelabuhan-pelabuhan utama serta hampir tiga perempat dari total populasi Alaska yang berjumlah sekitar 735.000 jiwa.
Total biaya proyek tersebut diperkirakan mencapai 400 juta dolar AS.
Jajak pendapat New York Times yang berakhir pada 1 Oktober menempatkan Peltola unggul 7 poin persentase.
Namun, survei lain menunjukkan persaingan berjalan cukup ketat.
Alaska dengan populasi yang tersebar di wilayah terpencil sering kali sulit diukur oleh lembaga survei.
Trump sebelumnya mengumumkan rencana investasi Korea Selatan sebesar 200 miliar dolar AS untuk berbagai proyek di Amerika Serikat, termasuk pipa gas alam cair Alaska.
Namun, Seoul dengan cepat menyatakan bahwa proyek pipa tersebut hanya akan berjalan jika syarat komersial dan hukum tertentu terpenuhi.
Baik Sullivan maupun Peltola menjadikan keterjangkauan dan energi sebagai isu utama dalam kampanye mereka.
Sullivan mendukung pengeboran minyak dan gas di kawasan liar yang dilindungi di Alaska serta meminta Trump melarang ekspor diesel.
Sementara itu, Peltola mendorong pemurnian minyak dan gas alam lebih banyak di Alaska, tetapi tidak mendukung pengeboran di kawasan liar yang rentan secara lingkungan.
Ia juga mengadvokasi kredit pajak federal untuk proyek tenaga surya, angin, dan air.
