unique visitors counter
⌂ Beranda › News › KB Bank Pakai AI dan Prompt Engineer, Aplikasi Rampung dalam Hitungan Minggu
News

KB Bank Pakai AI dan Prompt Engineer, Aplikasi Rampung dalam Hitungan Minggu

Ilustrasi teknologi AI dalam pengembangan aplikasi perbankan KB Bank
KB Bank Pakai AI dan Prompt Engineer, Aplikasi Rampung dalam Hitungan Minggu
A A Ukuran Teks16px

PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembuatan aplikasi perbankan.

Langkah ini dilakukan melalui pembentukan unit task force khusus yang bertugas merancang program secara presisi.

Dengan integrasi AI, durasi pengerjaan aplikasi yang sebelumnya memakan waktu tiga hingga empat bulan kini dapat diselesaikan hanya dalam beberapa minggu.

Direktur IT KB Bank Yungki Prabowo menjelaskan bahwa penggunaan AI di internal perseroan tidak sekadar disematkan sebagai fitur tambahan pada aplikasi yang sudah berjalan.

AI dipakai langsung untuk mengakselerasi seluruh proses pemrograman.

"Dengan perkembangan AI sekarang itu, mendevelop suatu aplikasi tuh jauh lebih cepat," kata Yungki Prabowo.

Efisiensi waktu yang signifikan menjadi alasan utama KB Bank beralih menggunakan bantuan AI.

Pembuatan kode secara konvensional dinilai membutuhkan durasi yang jauh lebih lama dibandingkan metode baru ini.

"Jadi kita develop itu cuma dalam hitungan minggu. Di mana kalau tradisional coding itu, paling enggak tiga bulan, empat bulan.

Ini dalam minggu," ujar Yungki Prabowo.

Task Force Khusus dan Prompt Engineer

Guna memaksimalkan efisiensi tersebut, KB Bank membentuk unit task force khusus beranggotakan empat orang.

Unit ini terdiri dari satu orang ketua tim dan tiga orang prompt engineer yang bertugas menyusun instruksi spesifik untuk memandu AI.

"Ini sekarang bukan developer, kita ngomongin prompter. Prompt engineer.

Nah, ini menjahit, tukang jahitnya. Buat aplikasi, dia buatin," kata Yungki Prabowo.

Skema kerja baru ini telah melahirkan 10 aplikasi pendukung maupun aplikasi utama dalam kurun waktu sekitar tiga bulan.

Selain itu, tim khusus ini membangun aspek keamanan dan proses teknis agar sistem tetap aman digunakan pada ekosistem perbankan.

"Jadi, sekarang dalam tiga bulan itu, yang sudah dideliver itu ada 10 aplikasi," ungkap Yungki Prabowo.

Terkait keamanan data, KB Bank menerapkan proteksi ketat dengan tidak membagikan data pengembangan aplikasi ke layanan cloud eksternal.

Seluruh data disimpan dalam server lokal.

"Semua data juga nggak ada di cloud, di local. Jadi kita nggak share-share data ke cloud," kata Yungki Prabowo.

Pihak manajemen juga menggulirkan program edukasi AI ke seluruh jajaran divisi teknologi agar keahlian ini tidak terpusat pada tim task force semata.

"Saya juga ngajarin ke semua orang, karena ilmu itu jangan dilipat sendiri. Saya ngajarin ke semua teman-teman di teknologi," ujar Yungki Prabowo.

Langkah transfer pengetahuan ini diharapkan mampu memperluas pemanfaatan AI di seluruh lini kerja divisi teknologi untuk mendukung percepatan digitalisasi KB Bank.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru