unique visitors counter
⌂ Beranda › News › AS Kirim Pasukan dan 130 Kapal ke Israel Jelang Eskalasi Iran
News

AS Kirim Pasukan dan 130 Kapal ke Israel Jelang Eskalasi Iran

Ilustrasi kapal perang Amerika Serikat di perairan Selat Hormuz
AS Kirim Pasukan dan 130 Kapal ke Israel Jelang Eskalasi Iran
A A Ukuran Teks16px

Militer Amerika Serikat bersiap memperkuat kehadiran pasukannya di Israel serta melanjutkan blokade laut terhadap Iran menjelang potensi eskalasi konflik baru di Timur Tengah pada Oktober 2026.

Laporan situs berita Walla menyebut Washington akan mengirimkan personel militer dan pesawat tambahan dalam beberapa pekan mendatang.

Penambahan itu untuk mendukung sistem pertahanan udara serta operasi intelijen di Israel.

Saat ini sebanyak 3.000 prajurit Amerika Serikat telah disiagakan di berbagai pangkalan Israel.

Mereka mencakup awak pendukung logistik, pilot, dan operator sistem pertahanan udara yang berkoordinasi langsung dengan Komando Pusat AS (CENTCOM).

Blokade Laut dan Pengalihan Kapal

Penguatan kekuatan militer ini berjalan beriringan dengan langkah Israel yang sedang menyiapkan tindakan pencegahan atas potensi serangan balasan Iran.

Hal itu seperti dilaporkan surat kabar Israel Hayom pada Selasa (6/10/2026).

Selain pengerahan udara dan darat, Komando Pusat AS mengonfirmasi telah mengalihkan 130 kapal dan menonaktifkan tiga kapal lain yang berupaya menembus blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak pertengahan Juli.

Dalam periode blokade yang sama melalui Selat Hormuz, pihak militer Amerika Serikat membebaskan lebih dari 70 kapal pengangkut muatan kemanusiaan untuk melintas.

Langkah itu demi menjaga pasokan pangan dan medis.

Ketegangan antara Washington dan Teheran tetap tinggi setelah Presiden AS Donald Trump menolak tujuh syarat pembukaan Selat Hormuz yang diajukan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui mediator Qatar di New York.

Konflik bersenjata yang pecah sejak akhir Februari 2026 ini sebelumnya sempat mereda lewat nota kesepahaman pada pertengahan Juni.

Namun, situasi kembali memanas dan mengganggu jalur distribusi minyak dunia.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru