unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Peneliti Neutrino Kutub Selatan Raih Nobel Fisika 2026
News

Peneliti Neutrino Kutub Selatan Raih Nobel Fisika 2026

Ilustrasi Observatorium IceCube di Kutub Selatan untuk deteksi neutrino
Peneliti Neutrino Kutub Selatan Raih Nobel Fisika 2026
A A Ukuran Teks16px

Fisikawan partikel Belgia-Amerika Francis Halzen meraih Hadiah Nobel Fisika 2026. Penghargaan diberikan atas penelitiannya melacak neutrino, yang dikenal sebagai partikel hantu, di Kutub Selatan.

Halzen lahir di Tienen, Belgia, pada 1944. Ia merupakan profesor sekaligus Direktur Institut Fisika Partikel Dasar di University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat.

Royal Swedish Academy of Sciences menilai gagasan Halzen memanfaatkan es Kutub Selatan untuk menangkap fenomena kosmik layak mendapat penghargaan tertinggi itu.

IceCube dan Deteksi Neutrino Berenergi Tinggi

Gagasan mendeteksi neutrino dirancang Halzen sejak 1998 melalui Observatorium IceCube. Instalasi itu berupa sensor cahaya di dalam es raksasa berukuran 1 kilometer kubik.

Pembangunan observatorium selesai pada 2011. IceCube kemudian berhasil mendeteksi neutrino berenergi tinggi pertama yang berasal dari luar tata surya.

Neutrino sulit terdeteksi karena jarang berinteraksi dengan inti atom meski melintasi Bumi. Ketika neutrino menabrak es, sensor IceCube menangkap kilatan cahaya kecil yang dihasilkan.

Kilatan itu memungkinkan peneliti memetakan asal-usul fenomena kosmik ekstrem, seperti ledakan bintang.

Komite Nobel Fisika mengapresiasi kontribusi Halzen yang dinilai membuka era baru dalam ilmu astronomi.

Ketua Komite Nobel Fisika, Mark Pearce, menyebut Halzen telah memimpin tim peneliti dan insinyur internasional. Menurut Pearce, ketekunan dan visi ilmiahnya membuka jalan bagi jenis astronomi baru.

Hingga kini, Observatorium IceCube terus mengumpulkan data interaksi neutrino. Data itu membantu ilmuwan memahami lingkungan ekstrem tempat partikel berenergi tinggi terbentuk.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru