unique visitors counter
⌂ Beranda › IPTEK › Mengapa Gelas Minuman Dingin Basah? Ternyata Ini Proses Kondensasi
IPTEK

Mengapa Gelas Minuman Dingin Basah? Ternyata Ini Proses Kondensasi

Gelas berisi air dingin dengan bulir air di permukaan luar akibat kondensasi
A A Ukuran Teks16px

Gelas yang diisi air dingin sering terlihat basah di bagian luarnya. Banyak orang mengira air merembes dari dalam, padahal fenomena ini terjadi karena kondensasi.

Kondensasi adalah proses perubahan uap air menjadi cairan. Proses ini berlawanan dengan penguapan, ketika air cair berubah menjadi gas.

Bagaimana Gelas Dingin Bisa Basah?

Udara di sekitar kita selalu mengandung uap air dalam wujud gas yang tidak kasatmata. Molekul uap air ini melayang bebas dan membawa energi panas.

Saat air es dituangkan ke dalam gelas, permukaan luar gelas mengalami penurunan suhu mendadak. Dinding gelas pun menjadi sangat dingin.

Molekul uap air yang bergerak di udara kemudian menabrak dinding luar gelas yang dingin. Mereka kehilangan energi panasnya secara drastis.

Penurunan suhu membuat pergerakan molekul uap air melambat dan saling merapat. Gaya tarik-menarik antarmolekul yang menguat mengubah uap air menjadi tetesan air cair.

Tetesan-tetesan air itu menempel di permukaan luar gelas dan membentuk bulir-bulir air. Inilah yang membuat gelas tampak seperti berkeringat.

Banyak atau sedikitnya bulir air dipengaruhi oleh kelembapan udara dan besarnya perbedaan suhu. Semakin tinggi kelembapan, semakin banyak uap air yang siap mengembun.

Jika suhu air di dalam wadah sangat dingin, kondensasi akan terjadi lebih cepat dan intens.

Fenomena serupa juga muncul pada pembentukan awan, embun pagi di dedaunan, hingga kaca mobil yang berembun saat hujan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru