Pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman pada Rabu mengklaim serangan terhadap fasilitas militer dan bandara di Arab Saudi.
Eskalasi ini memperdalam front terbaru perang Iran dan mengancam jalur pelayaran alternatif penting ke Selat Hormuz.
Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyatakan di media sosial bahwa pihaknya meluncurkan rudal balistik dan drone.
Targetnya termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, meski ia tidak memberikan bukti.
Penerbangan ke dan dari bandara tersebut sempat terganggu, menurut platform pelacakan Flightradar24. Saree juga menyebut Bandara Abha yang kerap menjadi sasaran drone dan rudal Houthi turut diserang.
Houthi mengklaim menghantam pangkalan udara di Kota Khamis Mushait serta dua pangkalan militer di Najran dan Asir.
Semua lokasi itu berada di barat daya Arab Saudi dan dekat perbatasan dengan Yaman.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengatakan pihaknya mencegat dan menghancurkan rudal balistik di utara Riyadh.
Arab Saudi dan pasukan Yaman sekutu dalam beberapa hari terakhir melancarkan ofensif darat dan udara besar-besaran terhadap Houthi.
Upaya itu bertujuan merebut kembali wilayah yang dikuasai pemberontak sekitar sebulan lalu di pesisir Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
Posisi tersebut memberi pemberontak pengawasan lebih baik terhadap pelayaran saat mereka mengejar blokade kapal Saudi.
Pada Senin, pejabat mengatakan pasukan koalisi pimpinan Saudi merebut kembali beberapa area penting di sekitar selat.
Pertempuran sejak itu berpusat di dan sekitar Kota Dhubab, sekitar 54 kilometer di selatan Kota Pelabuhan Mokha, menurut Houthi dan pemerintah Yaman.
Bentrokan juga dilaporkan di Distrik Waziayah, Provinsi Taiz barat daya, yang menghubungkan dataran tinggi Yaman ke Laut Merah dan menghadap jalan menuju Selat Bab el-Mandeb.
Serangan ke Bandara Aden
Houthi juga mengklaim meluncurkan serangan rudal dini hari Rabu terhadap Kota Pelabuhan Aden, tempat pemerintah yang diakui internasional.
Jurnalis Associated Press mendengar ledakan sekitar pukul 2 pagi.
Saree mengatakan pemberontak menghantam kamp militer dekat Bandara Aden dengan rudal balistik. Otoritas keamanan Aden menyebut Houthi menargetkan bandara dengan dua rudal tanpa korban jiwa.
Bandara itu berada dekat dengan pusat pemerintahan.
Kepolisian Aden menyatakan penargetan fasilitas sipil vital ini merupakan ancaman langsung terhadap keselamatan warga sipil, penumpang, pegawai, dan kru penerbangan.
Kementerian Hak Asasi Manusia menyebut serangan ke Bandara Aden mengancam bencana kemanusiaan. Satu rudal menghantam dekat landasan tepat sebelum pendaratan terjadwal penerbangan dari Kairo.
Penerbangan 603 yang dioperasikan maskapai utama Yaman mendarat dengan selamat di Aden pukul 3.30 pagi, menurut platform pelacakan penerbangan FlightAware.
Kementerian menyatakan rudal menghantam saat penumpang lain menunggu untuk naik pesawat menuju Kota Pesisir Jeddah di Arab Saudi.
Institute for the Study of War, lembaga pemikir yang berbasis di Washington, menulis dalam analisisnya bahwa Houthi meyakini dapat memaksimalkan biaya ekonomi Saudi.
Caranya dengan menyerang infrastruktur sipil seperti fasilitas minyak dan bandara untuk memaksa Arab Saudi menyerah pada tuntutan Houthi.
