Intel dikabarkan masih ingin mempertahankan arsitektur Raptor Lake melalui keluarga prosesor Core 2000HX.
Chip ini disebut menyasar laptop berperforma tinggi, terutama laptop gaming, dengan kemungkinan harga perangkat lebih terjangkau berkat dukungan memori DDR4.
Informasi tersebut berasal dari bocoran yang menyebut Intel sedang menyiapkan penyegaran Raptor Lake dengan nama Raptor Lake Next.
Seri ini kabarnya akan memakai branding Core 2000HX, bukan Core Ultra, sehingga identitasnya berbeda dari prosesor laptop berbasis arsitektur lebih baru.
Tiga Konfigurasi Inti yang Dibocorkan
Bocoran lain menyebut Intel sedang mengembangkan versi mobile Raptor Lake yang hanya berfokus pada kelas HX.
Rencana awalnya terdiri dari tiga SKU dengan susunan inti berbeda.
Core 9 dengan 8 P-core dan 16 E-core, Core 7 dengan 8 P-core dan 12 E-core, serta Core 7 dengan 6 P-core dan 8 E-core.
Model tertinggi akan memiliki total 24 inti, terdiri dari 8 P-core untuk beban kerja berat dan 16 E-core untuk tugas yang lebih ringan atau berjalan bersamaan.
Susunan ini secara jumlah inti menyerupai peningkatan dari Core i9-14900H, meskipun performa akhir tetap bergantung pada frekuensi, batas daya, pendinginan laptop, serta pengaturan dari masing-masing produsen.
Untuk saat ini, belum ada informasi resmi mengenai nama model individual.
Intel mungkin saja menggunakan penamaan seperti Core 9 2xxxHX atau Core 7 2xxxHX, tetapi detail tersebut masih belum dikonfirmasi.
Format empat digit pada nama produk setidaknya dapat membedakannya dari keluarga Core 200H serta Core Ultra 200HX berbasis Arrow Lake.
HX sendiri biasanya digunakan untuk prosesor laptop kelas performa tinggi.
Kelas ini ditujukan bagi perangkat dengan sistem pendingin lebih besar, penggunaan daya lebih tinggi, dan kemampuan menjalankan tugas berat dalam waktu panjang.
Bagi pengguna di Tanah Air, karakter tersebut relevan untuk laptop gaming yang sering dipakai bermain sambil terhubung ke monitor eksternal, mengolah video, atau menjalankan aplikasi kreatif.
Angka inti yang besar tidak otomatis membuat semua laptop terasa lebih cepat.
Game tertentu lebih bergantung pada kinerja inti utama dan kartu grafis, sementara proses ekspor video, kompilasi kode, serta pekerjaan multitugas dapat memanfaatkan lebih banyak inti.
Karena itu, calon pembeli tetap perlu melihat keseluruhan konfigurasi, bukan hanya angka pada nama prosesor.