unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Digger Flop di Box Office, Iñárritu Akui Filmnya Tak Sempurna
Hiburan

Digger Flop di Box Office, Iñárritu Akui Filmnya Tak Sempurna

Sutradara Alejandro González Iñárritu saat promosi film Digger
Digger Flop di Box Office, Iñárritu Akui Filmnya Tak Sempurna
A A Ukuran Teks16px

Sutradara Digger, Alejandro González Iñárritu, mengakui filmnya tidak sempurna dan sudah menduga sebagian orang tidak akan menyukainya.

Pernyataan itu muncul setelah Digger menuai penilaian rendah dari kritikus dan gagal menarik penonton ke bioskop.

"Saya lebih memilih hal itu daripada sambutan yang biasa-biasa saja," ujar Iñárritu kepada The New York Times seperti diberitakan Entertainment Weekly.

Ia menyebut Digger sebagai film yang tidak biasa dan memancing pemikiran.

"Film ini tidak sempurna. Saya suka mengambil risiko," katanya.

Menurutnya, selera pribadinya adalah film-film yang mencoba menyampaikan sesuatu dengan cara berbeda.

Ia juga menilai ada penonton yang menginginkan kepastian lebih dalam penceritaan, dan hal itu tidak masalah.

"Film ini bukan seperti es krim. Jadi, ya, sejujurnya kami sudah menduga hal itu," ujarnya.

Respons Kritikus dan Penonton

Di Rotten Tomatoes, Digger mendapatkan nilai 51 persen dari kritikus.

Namun, skor penonton di situs itu lebih baik, dengan 71 persen penonton non-kritikus memberi penilaian positif.

Hal serupa terjadi di Metacritic, film ini mendapat skor 46/100 dari kritikus tetapi meraih 66/100 dari pengguna.

Iñárritu menyebut Digger sebagai film bencana, tetapi bencananya adalah manusia sendiri.

Ia menilai dunia begitu indah dengan sumber daya melimpah dan keseimbangan ekosistem yang luar biasa.

Menurutnya, jika orang bisa berkumpul dalam realitas yang sama dan memahami posisi dalam narasi, hal itu memberi harapan.

Meski demikian, nama besar Tom Cruise dan Iñárritu tak menyelamatkan Digger dari bencana box office.

Film itu terancam rugi triliunan rupiah padahal baru tayang 1 Oktober 2026.

Diproduksi dengan bujet US$160-180 juta atau setara Rp2,8-3,2 triliun, Digger hanya meraup US$8 juta di pekan pembukaan di Amerika Utara.

Di pasar internasional, film ini mendulang US$12 juta sehingga perolehan globalnya menjadi US$20 juta.

Angka itu hanya sekitar 12 persen dari bujet produksinya.

Padahal, nama besar Tom Cruise dan Iñárritu diperkirakan bisa mendorong pendapatan awal ke US$18 juta hingga US$20 juta.

Dengan kondisi ini, Digger dipastikan merugi setidaknya US$150-200 juta atau Rp2,6-3,5 triliun dari penayangan bioskop.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru