Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,75 persen atau 46,21 poin ke level 6.146,72 pada perdagangan Rabu (7/10/2026).
Tekanan diperkirakan berlanjut pada Kamis (8/10/2026) seiring kenaikan harga minyak dan penguatan indeks dolar AS.
Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG bergerak pada area support 6.134 dan resistance 6.156.
Investor akan mencermati harga energi dunia serta rilis FOMC Minutes untuk membaca arah kebijakan The Fed.
Menurut Herditya, tekanan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa regional Asia yang melemah setelah harga minyak mentah dunia meningkat akibat eskalasi Houthi yang menyerang jalur distribusi energi.
Kenaikan minyak kembali memunculkan kekhawatiran inflasi energi.
Penguatan indeks dolar AS juga menekan sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah.
Dari sisi saham, Herditya merekomendasikan investor mencermati DEWA pada rentang Rp 380-Rp 396, HRTA Rp 2.250-Rp 2.300, dan TLKM Rp 2.400-Rp 2.460.
Peluang Technical Rebound dan Katalis Domestik
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai IHSG masih memiliki peluang mencatatkan technical rebound setelah koreksi Rabu.
Tekanan terutama berasal dari saham BYAN, sementara investor tetap mencermati kenaikan yield US Treasury dan harga minyak.
Di sisi lain, sentimen domestik mendapat katalis dari FTSE Russell yang mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market.
Posisi cadangan devisa September juga relatif solid di US$146,3 miliar, hanya turun tipis dari US$146,5 miliar pada Agustus.
Reza menilai perhatian pasar Kamis akan beralih pada respons terhadap FOMC Minutes yang dirilis Rabu malam.
Investor mencermati perbedaan pandangan anggota The Fed mengenai potensi kenaikan suku bunga berikutnya.
Yield US Treasury 10 tahun yang kembali berada di sekitar 5,3 persen dan harga Brent di atas US$100 per barel masih menjadi risiko bagi inflasi serta biaya dana global.
Pelaku pasar juga mencermati hasil lelang US Treasury 10 tahun dan perkembangan konflik di Timur Tengah.
Kedua faktor tersebut berpotensi memengaruhi harga energi dan sentimen saham global.
Secara teknikal, Reza menempatkan support IHSG pada 6.100-6.120, sedangkan resistance sekaligus area gap berada di 6.200-6.240.
Kenaikan yield US Treasury dan indikator MACD yang belum sepenuhnya bullish membuat konfirmasi momentum masih diperlukan.
