unique visitors counter
⌂ Beranda › News › AHM Ingatkan Bahaya Menyiapkan Dua Jari di Tuas Rem Motor
News

AHM Ingatkan Bahaya Menyiapkan Dua Jari di Tuas Rem Motor

Ilustrasi tangan pengendara sepeda motor di tuas rem
AHM Ingatkan Bahaya Menyiapkan Dua Jari di Tuas Rem Motor
A A Ukuran Teks16px

PT Astra Honda Motor (AHM) mengimbau pengendara sepeda motor untuk tidak membiasakan menaruh dua jari di tuas rem.

Kebiasaan itu dinilai dapat mengganggu kontrol kendaraan, terutama saat pengereman mendadak.

Imbauan tersebut disampaikan Instruktur Safety Riding AHM, Hendrik Ferianto, di Semarang, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, posisi jari yang selalu berada di tuas rem membuat pengendara cenderung menarik rem sebelum menutup gas.

Hendrik menyebut kebiasaan ini sering dianggap praktis untuk mengurangi kecepatan. Padahal, kondisi tersebut berisiko ketika motor harus berhenti dalam situasi darurat.

"Jadi, kesalahan yang pertama adalah banyak pengendara yang dalam tanda kutip, menggunakan dua jari ketika pengereman atau standby dua jari ketika pengereman," ujar Hendrik.

Ia membandingkan pengoperasian gas dan rem pada motor dengan penggunaan pedal pada mobil. Menurutnya, kaki kiri pengemudi mobil tidak boleh berada di atas pedal rem saat berkendara.

"Alasannya sederhana. Kenapa kaki kiri di atas rem?

Supaya kalau mau ngegas, kita lepas rem. Kalau mau ngerem, kita lepas gas.

Berarti ngegas sama ngerem tidak boleh berbarengan," jelasnya.

Gas dan Rem Tidak Boleh Digunakan Bersamaan

Prinsip serupa berlaku pada sepeda motor. Hendrik menegaskan saat pengereman, pengendara perlu menutup gas terlebih dahulu agar motor tidak tetap mendapat dorongan tenaga.

"Yang benar adalah, jari itu enggak boleh standby di (tuas) rem. Jadi (jari) menggenggam setang.

Itu lebih ideal," ujarnya.

Hendrik memberi contoh kondisi ketika motor melaju 60 kpj lalu muncul objek secara tiba-tiba. Pengendara yang panik dapat langsung menarik rem tanpa sempat menutup gas.

"Paling gampang begini. Coba misalkan tangannya pada posisi dua jari, standby.

Kita buka kecepatan 60 kpj, tiba-tiba ada kucing lewat. Kaget.

Refleksnya ngerem. Tapi bisa engga tutup gas?

Enggak bisa," tuturnya.

Menurut Hendrik, kondisi tersebut dapat membuat roda depan terkunci dan roda belakang kehilangan kestabilan. Ia mengingatkan posisi tangan saat berkendara perlu dikendalikan agar motor tetap mudah dikontrol.

"Apa yang terjadi, roda depan terkunci, roda belakangnya spin. Set, kemudian anda akan jatuh," pungkasnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru