unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › The Assassin(s) di BIFF: Sineas Korea Minta Penonton yang Menilai
Hiburan

The Assassin(s) di BIFF: Sineas Korea Minta Penonton yang Menilai

The Assassin(s) di BIFF: Sineas Korea Minta Penonton yang Menilai
The Assassin(s) di BIFF: Sineas Korea Minta Penonton yang Menilai
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah sutradara dan pelaku industri film Korea menyerukan agar kontroversi film sejarah The Assassin(s) tidak dibawa ke ranah politik.

Seruan itu disampaikan dalam konferensi pers di Busan, tempat Busan International Film Festival (BIFF) sedang berlangsung.

Sekitar 20 orang hadir, termasuk sutradara Chung Ji-young dan Lee Myung-se.

Mereka menyatakan keprihatinan karena evaluasi terhadap film berkembang menjadi alat pertikaian politik.

Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa penonton, bukan politisi, yang seharusnya menilai sebuah film.

Kekhawatiran atas Kebebasan Kreatif

Para sineas juga menyoroti kecenderungan menebak maksud sebuah film tanpa menontonnya secara menyeluruh.

Mereka menilai sikap yang meminta sutradara, aktor, dan rumah produksi bertanggung jawab dapat menghambat kebebasan kreatif.

Konferensi pers ini digelar sehari setelah Singapore International Film Festival (SGIFF) menyatakan rencana penayangan The Assassin(s) tidak berubah.

Penyelenggara SGIFF menyebut film tersebut tetap menjadi film pembuka edisi ke-37 dan dipilih melalui proses independen karena nilai artistiknya.

Sebelumnya, Partai Kekuatan Rakyat (PPP) sebagai oposisi utama mengirim surat resmi ke SGIFF untuk meminta film itu ditarik dari acara.

Para pembuat film mengkritik langkah PPP dan meminta kehati-hatian dalam membawa isu politik domestik ke festival film luar negeri.

Mereka menekankan bahwa penonton pada akhirnya yang akan menentukan bagaimana sebuah film diterima.

The Assassin(s) mengangkat percobaan pembunuhan terhadap Presiden Korea saat itu, Park Chung-hee, pada 1974 yang mengakibatkan kematian ibu negara.

Film ini mendapat kritik, terutama dari kalangan konservatif, dan memicu perdebatan tentang kebebasan kreatif.

Dampaknya, sejumlah acara terkait film tersebut di BIFF tahun ini dibatalkan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru