unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Korea Selatan Siap Rilis Lebih Banyak Film AI di Bioskop, Raphael Tayang 25 November
Hiburan

Korea Selatan Siap Rilis Lebih Banyak Film AI di Bioskop, Raphael Tayang 25 November

Korea Selatan Siap Rilis Lebih Banyak Film AI di Bioskop, Raphael Tayang 25 November
Klip film AI Raphael (2026) • Mateo AI Studio
A A Ukuran Teks16px

Korea Selatan bersiap menayangkan lebih banyak film panjang yang sepenuhnya dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) di bioskop bulan ini. Film fiksi ilmiah berjudul Raphael dijadwalkan rilis pada 25 November mendatang.

Raphael berdurasi 138 menit dan merupakan proyek bersama Mateo AI Studio dan MBC C&I AI Content Lab. Film ini disutradarai Yang Ik-june, Moon Shin-woo, dan Jung Joo-won. Berlatar era pasca-apokaliptik, Raphael mengisahkan Alexey, android senjata berwajah diktator yang perlahan menemukan kemanusiaannya setelah bertemu seorang anak tak terdaftar dan pengantin perempuan terakhir manusia.

Tim di baliknya mengubah seluruh karakter, latar, dan adegan perang masif menjadi materi hasil AI. Mereka menghabiskan hingga 14 bulan di meja editing demi memastikan kualitas. Raphael menjadi film pembuka Busan International AI Film Festival ke-2 tahun lalu dan tampil di Cannes Film Market pada Mei.

Steelay Lebih Dulu Tayang

Langkah ini mengikuti Steelay, film aksi 90 menit garapan Seol Woo-in yang rilis bulan lalu. Film itu sepenuhnya bergantung pada visual AI, tanpa aktor fisik maupun set lokasi nyata.

Sutradara ternama Yeon Sang-ho, sutradara Train to Busan, juga baru saja mencoba generative AI untuk menyelesaikan "Paradise Lost Universe", spin-off pendek empat episode, hanya dalam dua minggu. Proyek itu sebelumnya ia tunda karena masalah kualitas.

"Kualitasnya secara mengejutkan lumayan bagus dan karakter AI-nya bisa berakting dengan cukup baik. Namun, tidak akan mudah bagi AI untuk menggantikan aktor sungguhan," ujar Yeon Sang-ho dalam wawancara di Seoul pertengahan Oktober.

Festival Film Mulai Membuka Ruang

Respons industri mulai terlihat. Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) ke-30 pada Juli memperluas kategori kompetisi untuk menampung film panjang AI dan menggelar pertemuan industri untuk membahas standar kreatifnya.

Sementara itu, China sudah menayangkan film panjang berbasis AI sepenuhnya pertama di bioskop, "Sanxingdui: Future Past". Film itu jeblok setelah menelan biaya produksi setara Rp27,2 miliar. Banyak orang mengaku enggan membayar untuk kualitas tontonan yang setara dengan video yang bisa mereka tonton gratis di media sosial.

Iris Yang, penonton di pratinjau gratis, mengatakan tidak akan membayar kecuali visual AI-nya bisa menyamai pengalaman teater setara franchise Avatar. Lilian Gong, penonton 35 tahun yang menonton pemutaran perdana di pusat kota Beijing murni karena penasaran, berkata kepada AFP, "Dari segi kualitas, dibandingkan dengan produksi manusia, ini masih kurang,"

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru