Samsung Electronics telah merilis panduan kinerja keuangannya untuk kuartal ketiga 2026, yang mencakup periode Juli hingga September.
Perusahaan melaporkan penjualan konsolidasi sekitar KRW 195 triliun atau setara $145,33 miliar.
Laba operasi konsolidasi pada periode yang sama mencapai sekitar KRW 107,40 triliun atau sekitar $80 miliar.
Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya.
Pada kuartal kedua 2026 (April hingga Juni), penjualan konsolidasi Samsung tercatat KRW 171,5 triliun atau $127,78 miliar.
Sementara itu, laba operasi pada kuartal kedua berada di KRW 89,49 triliun atau $66,68 miliar.
Perbandingan tahun ke tahun juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat besar.
Pada kuartal ketiga 2025, penjualan konsolidasi Samsung senilai KRW 86,06 triliun atau $64,13 miliar.
Laba operasi pada periode yang sama tahun lalu hanya mencapai KRW 12,17 triliun atau $9,06 miliar.
Pendorong Utama dan Tantangan Divisi Ponsel
Lonjakan laba rekor pada kuartal ketiga 2026 ini terjadi di tengah permintaan chip memori yang melesat akibat meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI).
Namun, laporan media Korea Selatan baru-baru ini menyebutkan bahwa divisi Mobile eXperience (MX) Samsung telah mulai mengurangi produksi ponsel untuk kuartal keempat 2026.
Pengurangan tersebut diperkirakan mencapai hingga 30 persen.
Seorang sumber industri mengatakan ponsel Samsung tidak menghasilkan keuntungan saat dijual karena naiknya harga memori dan semikonduktor.