unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Turki Tegaskan Tak Kirim Pasukan untuk Lawan Houthi Yaman
News

Turki Tegaskan Tak Kirim Pasukan untuk Lawan Houthi Yaman

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan
Turki Tegaskan Tak Kirim Pasukan untuk Lawan Houthi Yaman
A A Ukuran Teks16px

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan negaranya tidak akan mengirim pasukan untuk menghadapi kekuatan Houthi di Yaman.

Penegasan itu disampaikan meski Turki memiliki pakta pertahanan dengan Arab Saudi.

Fidan menjelaskan bahwa Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah yang ditandatangani Turki, Pakistan, dan Arab Saudi pada Agustus lalu adalah perjanjian defensif.

"Ini adalah perjanjian pertahanan," kata Fidan.

"Jika salah satu negara diserang, Anda mendukung pertahanannya. Ini bukan perjanjian ofensif."

Ia menegaskan Turki "tidak akan mengirim pasukannya ke wilayah negara lain untuk melancarkan serangan."

Fidan juga menyebut delegasi militer Turki dan Arab Saudi akan bekerja sama menilai langkah pertahanan yang mungkin diperlukan, tanpa merinci lebih lanjut.

Perjanjian tersebut masih memerlukan ratifikasi parlemen Turki.

Pakta itu menghubungkan Turki, yang memiliki angkatan bersenjata terbesar kedua di NATO, dengan Arab Saudi sebagai raksasa minyak Teluk, dan Pakistan sebagai satu-satunya negara Muslim yang memiliki senjata nuklir.

Serangan Houthi terhadap Arab Saudi meningkat sejak kelompok yang didukung Iran itu melancarkan ofensif besar di Yaman melawan pemerintah yang diakui internasional dan didukung Arab Saudi.

Meski kekerasan kembali memicu pertanyaan apakah pakta tersebut dapat menyeret anggotanya ke dalam konflik, pejabat Turki berulang kali meredam kekhawatiran itu.

"NATO tidak dibangun dalam sehari," kata seorang sumber diplomatik Turki kepada AFP bulan lalu.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru